Ikhlas Kunci Pahala
Jujur saya shock dengar ceramah tarawih malam itu. Ust Marzuki Umar sampaikan bahwa nanti di akhirat bukan peminum ballo (miras ala Makassar), bukan juga penjahat atau pelaku maksiat lain yang pertama masuk neraka. Ternyata yang pertama masuk neraka ada 3 golongan yaitu ulama', mujahid, dan orang kaya yang dermawan.
Kok bisa? Padahal ketiganya orang-orang yang memiliki amalan besar dan luar biasa. Ust. Marzuki Umar pun menyampaikan hadist secara panjang lebar tentang dialog mereka bertiga dengan Allah kelak di akhirat. Kira-kira dialognya seperti ini.
Ulama' yang semasa hidupnya dihabiskan untuk belajar agama, belajar Al Qur'an. Kemudian mengajarkan agama kepada masyarakat, berdakwah, membaca Al Qur'an dengan baik, merdu dan menyentuh hati. Hampir seluruh hidupnya digunakan untuk ilmu agama, Al Quran dan dakwah. Kelak di akhirat ulama' tersebut meminta pahala dan ganjaran surga atas amalan besarnya tersebut.
Namun apa kata Allah. "Engkau tidak mendapatkan pahala dan ganjaran surga. Semua yang kau lakukan bukan untuk Aku. Tapi kamu lakukan karena ingin dipuji sebagai orang yang ahli agama, ahli Al Qur'an, dan qori yang hebat. Dan itu semua sudah kamu dapatkan di dunia. Jadi sekarang tidak ada bagianmu di akhirat". Maka ulama itupun dimaaukkan ke neraka.
Cerita yang hampir sama untuk mujahid, pejuang di jalan Allah yang mati syahid dalam perang. Juga tidak dapat balasan surga karena semua dilakukan bukan karena Allah. Semua dilakukan karena ingin disebut pahlawan dan pejuang mujahidin. Dan dia sudah dapatkan di dunia. Di akhirat dia juga dimasukkan ke neraka.
Juga untuk orang kaya yang dermawan. Selalu menyumbang. Banyak membangun masjid, pesantren, membantu panti asuhan dan lainnya. Sangat dermawan berbagi dan membantu orang lain. Tapi juga masuk neraka. Kenapa? Karena semua dilakukan bukan karena Allah. Dia lakukan untuk disebut sebagai dermawan. Dilakukan untuk dipuji oleh orang lain. Semua sudah dia dapatkan di dunia. Di akhirat tidak ada lagi kecuali dimasukkan ke neraka.
Selepas ceramah itu saya merenung. Ternyata ikhlas ini kunci utama amalan bernilai pahala di sisi Allah. Wajar saja seorang ulama mengatakan 'Betapa banyak amalan kecil tapi besar nilainya di sisi Allah karena ikhlas. Juga banyak amalan besar tapi tidak ada nilainya di sisi Allah karena tidak ikhlas".
Saya coba buat rumus: Pahala = Amal x Ikhlas (P = A x I). Meskipun A nya sangat banyak seperti ulama, mujahid dan dermawan di atas, kalau tidak ikhlas berarti I = 0. Hasilnya P = banyak x 0 = 0. Demikian pula sebaliknya. Meskipun A nya kecil dan sedikit. Jika ikhlasnya sangat tinggi sehingga I nya sangat besar. Maka P nya menjadi besar.
Mari jaga keikhlasan. Sebelum melakukan amal saleh periksa dan luruskan niat. Lakukan semata-mata karena Allah dan untuk Allah. Bukan karena ingin pujian, penghargaan dan balasan dari manusia. Jika ada terbersik keinginan selain Allah seperti ingin dipuji dan semacamnya, bisa jadi itu bisikan dari syaitan. Segera memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
Juga perbanyak istighfar dan mohon ampun kepada Allah. Mohon pertolongan kepada Allah agar diberi kekuatan untuk ikhlas beramal. Berusahalah juga memiliki amalan rahasia, hanya diri sendiri dan Allah yang Tahu. Puasa merupakan amalan rahasia. Puasa salah satu manfaatnya yaitu melatih menjadi manusia yang ikhlas.
