image

Suasana Car Free Day (CFD) Boulevard pada Ahad, 1 Februari, tampak lebih semarak dari biasanya. Keceriaan terpancar dari puluhan anak didik TK Islam Athirah Racing Centre yang tampil percaya diri menjajakan aneka dagangan dalam kegiatan Market Day bertema “Belajar Jadi Pedagang Cilik, Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Anak.” Kegiatan ini sukses mencuri perhatian para pengunjung CFD yang melintas.

Program Market Day tersebut merupakan program tahunan yang dirancang sebagai sarana pembelajaran kontekstual bagi anak sejak usia dini. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anak didik bersama orang tua, yang dibagi ke dalam 10 kelompok. Setiap kelompok menunjukkan antusiasme tinggi sejak tahap persiapan, mulai dari menentukan nama kelompok, memilih jenis jualan, menyiapkan perlengkapan, menetapkan harga, hingga menata pernak-pernik dan aksesoris pendukung.

Sejak pagi hari, area CFD dipenuhi warna-warni stan sederhana yang dijaga dan didampingi oleh orang tua, sementara anak-anak berperan aktif sebagai pedagang cilik. Dengan mengenakan apron, topi, dan baju senada, para pedagang cilik tampak lincah dan penuh semangat menawarkan dagangannya kepada para pengunjung. Suasana menjadi semakin hidup, ceria, dan menggemaskan dengan celoteh polos anak-anak saat melayani pembeli.

Tak sedikit momen lucu yang terjadi selama transaksi jual beli. Salah satunya saat seorang pengunjung hendak membayar menggunakan QRIS. Dengan polos, salah satu anak menolak sambil berkata, “No, money.” Maksudnya, pembayaran hanya bisa dilakukan secara tunai. Tingkah lugu tersebut sontak mengundang tawa dan senyum para pengunjung yang menyaksikan langsung interaksi tersebut.

Kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian dan kemampuan komunikasi anak, tetapi juga mengenalkan konsep dasar kewirausahaan seperti tanggung jawab, kerja sama, dan nilai uang dengan cara yang menyenangkan.

Ketua Komite, Andi Diyah Nurvianti Vicker, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami sangat mendukung Market Day sebagai program tahunan karena manfaatnya besar bagi anak-anak. Mereka belajar berani, mandiri, dan mengenal dunia usaha sejak dini dengan cara yang sesuai dengan dunia mereka, yaitu bermain sambil belajar,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kewirausahaan dapat tertanam sejak dini, sekaligus mempererat kolaborasi antara sekolah, anak, dan orang tua dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.

Previous PostKunjungi BMKG, Siswa SD Athirah Racing Belajar Cuaca
Next PostRaih Predikat Mumtaz, Ananda Azzahra Yura Maharani Tuntaskan Tasmi’ Perdana Juz 30 dengan Penuh Haru