image

Suasana Haru Iringi Lepas Pisah CIO Athirah Wilayah Bone Ke Makassar

Sore itu, saat mentari tampak akan mentas di ujung garis katulistiwa, mendung tidak hanya menggelayut di langit Athirah Bone, tetapi juga di hati para guru karyawan yang pada hari Jumat (24/9) harus melepas Bu Nurwaqiyah Asnur, S.I.Kom. salah satu rekan kerja yang bertugas di Centre of Information SMP-SMA Islam Athirah Bone.

Meski baru saja melewati satu setengah tahun baktinya, seluruh keluarga besar di Athirah Bone harus merelakan sosok yang kerap disapa Bu Kiya ini untuk kembali ke unit Sekretariat di Sekolah Islam Athirah Makassar. Di tempat kerjanya yang baru, dara kelahiran Makassar 24 tahun silam tersebut mulai bertugas per hari Senin, 26 September 2021.

Berlokasi di panggung mini gedung SMA Islam Athirah Bone, seluruh guru dan karyawan berkumpul untuk melepas sekaligus memberikan bingkisan kepada gadis yang menamatkan pendidikannya di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar ini.

Wakil Direktur Wilayah Bone yang berkesempatan langsung memberikan bingkisan mewakili rekan-rekan guru dan karyawan menyampaikan ucapan terima kasihnya selama berada di Bone. selain itu tidak lupa mendoakan semoga selalu sukses di tempat kerja yang baru.

Saat diminta menyampaikan kesan-kesannya selama di Athirah Bone, cewek yang hobi fotografi ini merasa bahwa Athirah Bone adalah tempat belajar yang hangat. Menurutnya, Ia  belajar banyak hal. Termasuk memperbaiki bacaan Qur'an. Ia pun sangar terkesan dengan suasana kekeluargaannya.  Selain itu, Hubungan antara staff dan pimpinan juga sangat cair sehingga terasa  nyaman selama bekerja Bone.

“Athirah adalah tempat belajar yang hangat. Di Athirah Bone saya belajar banyak hal. Termasuk memperbaiki bacaan Qur'an saya. Di sini juga rasa kekeluargaannya tinggi. Terus,  relation antara staff dan pimpinan tidak terlalu kaku jadi sangat nyaman selama saya bekerja di sini,” Ungkapnya penuh haru.

Suka duka selama di Bone juga dirasakan perempuan yang berdomisili di BTN Pao-Pao Permai ini. Ia mengaku lebih banyak suka dibanding dukanya. Pertama yang selalu Ia  syukuri, lingkungan Athirah yang agamis. Yang kedua koordinasi dengan pimpinan di Athirah mudah karena direspon  dan cepat  ditindaklanjuti. Koordinasi antarunit juga mudah karena hanya ada 2 unit di SIA Bone. Ketiga, rekan kerja yang ramah. Dukanya sendiri adalah selalu kepikiran sama orangtua di Makassar selama dirinya bertugas di Bone.

“Terimakasih atas kerjasamanya selama 1 tahun 6 bulan ini. Qiyah Minta maaf jika ada salah & khilaf,” tutupnya dengan mata berkaca-kaca. Acara ditutup dengan foto bersama seluruh guru dan karyawan SMP-SMA Islam Athirah Bone. Nurholis_Tim Web Athirah (ig @nurholismuh)


Previous PostMENGAPA SULIT BANGUN UNTUK SHALAT TAHAJUD?
Next PostMeski Terhalang Jarak Bone-Makassar, SMP Islam Athirah Bone Antusias Ikuti Workshop GEMA 2021 Via Virtual