Bangkitkan Motivasi Menulis Guru, SMP Islam Athirah Bukit Baruga Gaet Pena Kreatif
Sekolah Islam Athirah membuka peluang yang lebar kepada semua guru dan karyawan mengepakkan potensinya dalam pengembangan diri, terlebih di bidang menulis, tidak ketinggalan Office boy, security, karyawan, terlebih guru telah menorehkan berbagai tulisan melalui agenda Jalan Kalla. Awalnya seperti mustahil bisa menjadi seorang penulis, tidak semua orang bisa menjadi penulis namun ketika terbiasa, ternyata potensi itu ada dalam diri masing-masing. Dengan menulis seseorang bisa menyampaikan apa yang ada dalam pikiran menjadi kata-kata, merangkai ide dan gagasan menjadi suatu tulisan yang utuh sehingga bisa dipahami orang lain.
Melihat peluang yang ada, SMP Islam Athirah Bukit Baruga memberi kesempatan kepada guru untuk melakukan pengembangan diri melalui kegiatan pelatihan menulis kelas kreatif dengan menggaet seorang editor, layouter, proofreader sekaligus penulis dari Pena Kreatif sebagai mentor, kegiatan ini berlangsung selama satu pekan melalui kelas belajar Whatsapp yang dimulai sejak Rabu 3 Februari hingga Selasa, 09 Februari 2021.
Pelatihan ini ditujukan kepada seluruh guru dan karyawan yang ingin melakukan pengembangkan diri dengan tujuan melatih kemampuan agar lebih percaya diri dalam menulis, dan dapat mengetahui tata cara menulis sesuai standar menulis yang benar, 22 guru mengikuti kelas menulis Pena Kreatif, Melalui grup whatsapp semua peserta sangat antusias menerima materi dari mentor, kelas di buka pukul 19.00-21.00 WIB.
Dihari pertama mentor Titik Cahyati mengatakan sebelum kelas mulai dengan segala kerendahan hati, saya berharap teman-teman berkenan mengosongkan gelas di pikiran kita, untuk sharing selama beberapa hari ke depan. Bagai pepatah, air hanya mengalir ke tempat yang lebih rendah. Begitupun ilmu. Mereka serupa dalam wujud yang berbeda.
Eza octa sebagai moderator kelas menambahkan, selama kelas berlangsung, respon yang cepat membuat eforia grup menjadi bersemangat, beliaupun membawa kelas menjadi suasana santai.
Materi yang disampaikan meliputi Strong Why, setting (deskripsi tempat), cerita romance, cerita horor, cerita komedi. Strong Why adalah alasan apa yang mendorong seseorang menulis. Satu persoalan penting bagi seorang penulis adalah bagaimana mencari Why-nya sendiri. Kenapa harus menulis? Apakah kita masih akan menulis saat ide buntu? Apakah kita akan tetap menulis walau keadaan rumah kacau balau? Apakah kita akan tetap menulis walau nyinyiran menghujani kita? Apakah kita akan tetap menulis walau ditolak penerbit berkali-kali? Apa pun jenis tulisan yang ditekuni, fiksi atau nonfiksi, buku biografi atau antologi dan lain-lain, kalau ingin jadi penulis yang punya ketangguhan dan ketekunan, maka dia harus punya satu hal, bukan sibuk dengan how, melainkan mencari Why. Selain mendapatkan materi peserta juga mendapat kesempatan diskusi dan tanya jawab.
Alumni Kelas Pena Kreatif Imelda, S.Pd, menyampaikan bahwa ternyata menulis itu bukan bakat tapi kemauan dan keinginan yang kuat untuk mengembangkan kemampuan tersebut, semua orang bisa menulis, dengan membiasakan dan memperbanyak referensi bacaan, banyak latihan terkait bagaimana penulisan tanda baca yang benar, tidak menggunakan kata dan makna yang berulang dalam tulisan, mempelajari penulisan yang benar sesuai KBBI dan aturan penulisan yang baku serta yang terpenting adalah bagaimana tulisan kita mengandung pesan moral
Tugas akhir dari kelas ini adalah peserta membuat antologi yaitu buku yang terdiri dari kumpulan-kumpulan tulisan peserta sebagai hasil karya yang akan dipersembahkan untuk sekolah, dengan harapan terbitnya antologi ini dapat tersampaikan kepada pembaca manfaat dari tulisan guru SMP Islam Athirah Bukit Baruga juga sebagai ajang meningkatkan kreatifitas dan keahlian di bidang menulis.
Sri Mulyati

