Belajar Matematika Itu Mengasyikkan
Siapa sih pelajar yang tak kenal pelajaran matematika? Semua
siswa pasti mempelajari pelajaran ini.
Dan sudah menjadi rahasia umum kalau sebagian siswa tidak menyukai
pelajaran berhitung. Menurut mereka matematika itu sulit dipahami. Sebenarnya
tidak ada pelajaran yang sulit kalau seseorang itu ikhlas mempelajari ilmu apa
pun. Karena sesulit apa pun pelajaran yang kita hadapi tetapi kalau orang tersebut
mau belajar dan berusaha menghadapi insyaa
Allah pasti Allah akan membantu memudahkan.
Menurut Putu Atmaka dalam artikelnya (Metode belajar matematika yang menyenangkan), ada beberapa metode belajar matematika yang mengasyikkan yaitu:
1.Metode Kumon adalah metode belajar perseorangan yang disesuaikan dengan kemampuan anak. Tujuannya adalah menggali potensi dan mengembangkan kemampuan anak semaksimal mungkin.
2.Metode Gasing adalah metode yang dirancang agar siswa dapat mempelajari matematika secara gampang, asyik dan menyenangkan. Tujuannya supaya image matematika itu sulit bisa terbantahkan.
3.Metode Jarimatika adalah metode dengan cara menghitung dengan menggunakan tangan. Dengan menggunakan rumus dan pola tertentu, siswa dapat menyelesaikan soal menghitung lebih cepat hanya dengan mengandalkan tangan saja.
4.Metode Sempoa adalah metode alat hitung kuno yang sudah diperbaharui sesuai dengan kaidah-kaidah aritmatika sehingga mudah dicerna. Metode ini memberikan beberapa manfaat bagi siswa seperti merangsang potensi otak agar dapat berkembang dan mencapai fungsi maksimal dan melatih konsentrasi serta daya ingat.
5.Metode
Mathmagic adalah metode pemahaman terhadap konsep dasar matematika dengan cara
meanfaatkan berbagai jenis permainan yang dikemas secara menarik. Metode
matchmagic membantu meningkatkan kepercayaan diri siswa sehingga mereka berani
mencoba menyelesaikan soal yang diberikan.
Menurut tokoh sains dan matematika Indonesia Yohannes Surya,
bahwa matematika terasa menyenangkan ketika seseorang mengerjakan soal-soal
matematika dengan waktu yang cukup lama. Keasyikannya mengerjakan soal sehingga
ia larut dan tak ingin diganggu. Salah satu caranya dengan menggunakan alat
peraga.
Tidak ada yang sulit kalau seorang hamba mau berusaha untuk
mengetahui sesuatu dengan niat dan usaha yang ikhlas disertai dengan
kesungguhan, seperti halnya belajar matematika. Hal ini dijelaskan oleh Allah
dalam Al-Qur’an Surah Annisa ayat 32
yang artinya,
“Dan janganlah kamu iri hati terahadap karunia yang telah
dilebihkan Allah kepada sebahagian kamu atas sebahagian yang lain. (Karena)
bagi laki-laki ada sebahagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan
(pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebahagian
dari karunia-Nya. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya karunia Allah akan datang kepada mereka yang senantiasa berusaha dengan bersungguh-sungguh dalam berikhtiar. Do’a dan ikhtiar adalah dua hal yang berbeda namun tidak dapat dipisahkan. Ikhtiar tanpa berdo’a merupakan hal yang sia-sia. Dan begitupun sebaliknya berdo’a tanpa ikhtiar juga tidak menghasilkan apa-apa.

