image

Implementasikan Kurikulum Medeka, SMP-SMA Islam Athirah Bone Sukses Gelar Asessmen Diagnostik


 

Sesaat setelah pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), biasanya peserta didik baru di sekolah mulai mengikuti pembelajaran secara aktif. Namun, di tahun pelajaran ini, hal tersebut tidak berlaku lagi karena peserta didik baru menjalankan satu aktivitas yang disebut assement diagnostic koginitif dan nonkognitif.

SMP-SMA Islam Athirah Bone yang terdaftar sebagai sekolah yang menggunakan kurikulum merdeka menggunakan hasil asessmen ini sebagai alat ukur untuk dapat memahami kemampuan dasar yang dimiliki peserta didik, mengetahui karakter dan potensi yang  dimiliki setiap peserta didik.Dilaksanakan selama dua hari sejak Kamis- Jumat ( 22-23 Juli 2022), ratusan peserta didik baru SMP- SMA Islam Athirah Bone mengikuti Asesment diagnostik, yakni siswa kelas VII dan X

Wakasek Kurikulum SMP Islam Athirah Bone, Erwin B, S.Pd, Gr, M.E menyampaikan bahwa, agenda asesment diagnostic nonkognitif ini  berlangsung selama sehari dibagi menjadi enamsesi, yaitu pengisian biodata siswa, Potensi diri, Tipe gaya belajar, Kunci karir, Multiple Intelegensi dan Personality.Asesment diagnostic nonkogntif ini diramu dengan beberapa pertanyaan dan pernyataan yang mampu mengetahuai kebiasaan, minat, gaya belajar, karir serta kepribadian peserta didik.

Tujuan assessment diagnostic kognitif ini diberikan kepada peserta didik ialah untuk mengetahui secara psikologis sosial, emosi, aktivitas belajar, latar belakang keluarga, gaya belajar, minat, karakter serta karir masa depan peserta didik. Hal ini dilaksanakan sebelum perlakuan proses pembelajaran kepada peserta didik”, ujarnya. 

Sebagai bentuk Implementasi Kurikulum Merdeka, lanjut sosok kelahiran Bone  ini, Asesment diagnostic nonkognitif ini disusun oleh guru bimbingan dan konseling yang dijalankan bersama dengan guru mata pelajaran & wali kelas masing- masing.

Alumnus Magister Ekonomi  di IAIN Bone tersebut menambahkan, bukan hanya hanya Asesment diagnostic nonkognitif yang diberikan kepada peserta didik, namun Asesment diagnostic kognitif beberapa mata pelajaran diantaranya, Pendidikan agama Islam, PKN, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPS, dan IPA. Assessment ini pun dijadwalkan sehari sebagai salah satu aktvitas kegiatan peserta didik.

Kegiatan selanjutnya yaitu mendiagnosis penilaian hasil asesment tersebut, hasil Asesment diagnostic nonkognitif dan kognitif ini sebagai langkah utama sebelum guru menerapkan proses pembelajaran di kelas. A. Evi Jayanti_Tim Athirah Web (Ig_andievijayanti

Previous PostKompetisi Sains Pelajar Se-Indonesia 2022, SD Islam Athirah 2 Makassar Borong Enam Medali
Next PostKeisha Aninditha Rispan Siswa SMP Islam Athirah 1 Makassar Raih Medali Perak pada KSBN 2022