image

Tim Kesehatan; Pelayanan 24 Jam Sigap Tanggap Untuk Warga Athirah Bone

SMP-SMA Islam Athirah Bone sebagai salah satu sekolah berasrama yang unggul di Indonesia Timur sangat memerhatikan segala aspek terkait dengan proses belajar mengajar yang terjadi di dalamnya. Salah satu aspek yang mendukung kegiatan pendidikan di sekolah boarding tersebut adalah kesehatan warganya, baik siswa, guru, dan karyawan yang beraktivitas di dalamnya.

Tim Kesehatan Sekolah menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di Athirah Bone. terlebih lagi di masa pandemic covid 19 yang menuntut kesiapsiagaan dariseluruh personelnya untuk tetap menjaga kondisi seluruh warga Athirah tetap fit dan terhindar dari penularan covid 19.

TIM UKS Athirah Bone sekaligus berfungsi sebagai bagian dari Satgas Covid Athirah Bone di bawah komando Wakasek Sarana dan IT, Syahrir, S.Pd., berkomitmen untuk sigap tanggap memberikan layanan kesehatan secara optimal.

Dipimpin oleh Agus Salim, Amd.,Kep sebagai kepala UKS dibantu oleh dua staff berlatar belakang ilmu kebidanan, Khairunnisa, Amd.,Keb dan Yusnidar, A.Md.,Keb, Tim kesehatan Athirah Bone melakukan tugas 24 jam dengan pembagian tugas. Shift pagi, pengecekan keadaan siswa di asrama putra dan putri serta koordinasi dengan pembina bila ada siswa yang sakit. Petugas  akan mengecek keadaan siswa terlebih dahulu, menanyakan keluhannya lalu memberikan tindakan lebih lanjut. Selain itu, petugas mengontrol makan dan pemberian obat sesuai keluhan untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan wali kelas.

“Shift pagi : 08.00-17.00, Shif malam : 19.00 - pagi ( pemberian sarapan dan obat untuk anak yng sakit atau sampai datang petugas shif pagi jika ada keadaan yang tidak memungkinkn anak-anak ditinggal,” ungkap Khairunnisa, salah satu petugas  yang menyelesaikan pendidikannya di UMI tahun 2012 tersebut.

Pemberian tindakan pada pasien di sekolah senantiasa mengedepankan kombinasi antara obat-obatan kimia dan herbal. Apalagi tim UKS didukung oleh salah satu petugasnya yang juga merupakan herbalis Alumni SIJIl Herbalis ASEAN_23 di Malaysia, Khairunnisa Amd.,Keb. Selain itu bila siswa telah tiga hari dirawat dan masih belum menunjukkan kondisi membaik, maka sekolah melalui petugas UKS akan langsung membawa ke klinik.

“di Athirah Bone kami mengombinasikan pengobatan herbal dan medis konvensional. Yang juga menjadi ciri khas perawatan di sini adalah penerapan thibunnabawi, bagaimana menjaga kesehatan dengan Sunnah nabi salah satunya adalah berbekam. Alhamdulillah banyak anak-anak yang sudah menerapkan,” ujar petugas yang akrab dipanggil Bidan Nisa tersebut.

Di tengah kondisi pandemic, Sekolah Islam Athirah Bone telah menyiapkan beragam fasilitas yang dikelola langsung oleh Tim UKS, selain ruang UKS di sekolah dan asrama putra maupun putri yang dilengkapi dengan tempat tidur, alat-alat kesehatan, dan obat-obatan, sekolah juga telah menyiapkan hand sanitizer di setiap kelas, masker yang selalu tersedia, dan bangunan khusus untuk ruang karantina siswa saat baru tiba di asrama. Nurholis_Tim Web Athirah Bone (@nurholismuh)



Previous PostSMA Islam Athirah Bone Meriahkan Tahun Baru 1443 Hijriah dengan Kajian “Upgrade Iman dan Kobarkan Semangat Juang dalam Tahun Baru Penuh Berkah”
Next PostGelar Peringatan Tahun Baru Islam, SMA Islam Athirah 1 Makassar Hadirkan Kandidat Doktor UIN Alauddin