Das'ad Latif Hadir di Athirah, Siswa Antusias Bahas Kaitan Cinta dan Akademik
Klik untuk mendengarkan isi berita dalam Bahasa Indonesia.
MAKASSAR - Sekolah Islam Athirah kedatangan Ustad Das'ad Latif dalam program 'Podcast Gaspoll Das'ad Latif Goes to School'. Acara ini berlangsung di Masjid lt.8 Menara Sekolah Islam Athirah, Jumat (8/5/2026). Ustad Das'ad Latif adalah ustadz kondang yang dikenal lewat media sosial karena aksi jenakanya dalam berdakwah. Acara dengan tema 'Cinta Pertama' ini berhasil memikat hati ratusan siswa Sekolah Islam Athirah, yang tampak antusias sejak awal sesi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian podcast populer Ustad Das'ad Latif, di mana beliau turun langsung ke berbagai sekolah untuk berdialog terbuka dengan generasi muda. Kali ini, Sekolah Islam Athirah menjadi tempat diskusi mendalam seputar isu remaja, khususnya persoalan cinta dan hubungan di era Gen Z. Dengan gaya ceramah yang jenaka dan relatable, Ustad Das'ad mampu mencairkan suasana, membuat para siswa tak segan bertanya dan berbagi cerita pribadi.
Kepala SMAS Islam Athirah, Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd., menyambut positif kehadiran ustadz kenamaan ini. "Kehadiran Ustad Das'ad Latif dalam program 'Gaspoll Das'ad Latif Goes to School' adalah berkah besar bagi kami. Acara bertema 'Cinta Pertama' ini sangat relevan dengan dinamika siswa Gen Z yang sedang menghadapi berbagai tantangan emosional di usia SMA. Kami bangga melihat antusiasme siswa yang begitu tinggi, dan kegiatan ini memperkaya wawasan mereka tentang nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari," tutur Tawakkal.
Para siswa tampak begitu bersemangat. Banyak dari mereka yang mengacungkan tangan untuk bertanya, terutama soal cinta monyet, pacaran di sekolah, hingga cara mengelola perasaan di tengah tekanan akademik. Salah satu pertanyaan paling mencuri perhatian datang dari Cantika, siswi kelas X.
"Menurut Ustad, siapa yang seharusnya jadi cinta pertama?"
Ustad Das'ad menjawab dengan bijak, menekankan bahwa cinta pertama yang sesungguhnya adalah cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
"Cinta pertama itu bukan pada pacar atau gebetan, tapi pada Sang Pencipta. Tidak perlu urus cinta pertama, lebih baik belajar. Insya Allah nanti jodoh akan datang dengan sendirinya." jawabnya sambil disambut tawa dan tepuk tangan.
Tak kalah menarik, Arjuna dari kelas XI juga menyuarakan keresahan banyak remaja.
"Kalau jatuh cinta saat SMA, apakah itu manusiawi, ustad? Dan bagaimana mengatasinya bagi kita sebagai pelajar" tanyanya.
Ustad Das'ad merespons dengan humor khasnya.
"Manusiawi banget! Tapi ingat, cinta itu seperti api unggun. Kalau dijaga dengan benar, hangatkan jiwa. Kalau dibiarkan liar, bisa membakar habis masa depanmu."
Jawaban ini langsung memicu gelak tawa, sekaligus pesan mendalam agar siswa menjaga batas halal dalam berinteraksi dengan lawan jenis.
Diskusi berlangsung selama dua jam lebih, diwarnai jenaka-jenaka Ustad Das'ad yang membuat acara tak terasa membosankan. Beliau sering menyisipkan kisah nyata dari pengalamannya sebagai ustadz muda, analogi sederhana dari kehidupan sehari-hari, dan dalil Al-Qur'an serta hadits yang mudah dicerna.
Keaktifan siswa siswi Sekolah Islam Athirah patut diacungi jempol. Dari SML hingga SMA, mereka bergantian bertanya soal media sosial yang memicu FOMO (fear of missing out) dalam urusan cinta, tekanan dari teman sebaya, hingga cara membedakan cinta sejati dari sekadar ketertarikan sesaat.
"Kami senang sekali Ustad Das'ad datang ke sini. Beliau bikin kami paham bahwa cinta itu bukan hal tabu, tapi harus diarahkan ke jalan yang benar," ujar Ainun, salah satu siswi kelas X.
Sementara itu, panitia acara mencatat bahwa lebih 300 siswa hadir, dengan banyak yang merekam sesi untuk dibagikan di media sosial sekolah.
Tawakkal Kahar kembali menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung program semacam ini.
"SMAS Islam Athirah selalu terbuka untuk kolaborasi dengan tokoh inspiratif seperti Ustad Das'ad. Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tapi juga membekali siswa dengan pemahaman agama yang aplikatif. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang sholeh dan sholehah, mampu menavigasi tantangan zaman dengan iman yang kokoh," tambahnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto-foto. Podcast "Gaspoll Das'ad Latif Goes to School" edisi Sekolah Islam Athirah ini diprediksi akan viral di platform seperti YouTube dan Spotify, mengingat popularitas Ustad Das'ad yang sudah mencapai jutaan pendengar. Bagi Sekolah Islam Athirah, kunjungan ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat pendidikan karakter di tengah maraknya isu remaja kontemporer.
Kegiatan serupa diharapkan terus digelar, mengingat respons positif dari seluruh warga sekolah. Di era digital di mana informasi tentang cinta seringkali misleading, kehadiran figur seperti Ustad Das'ad Latif menjadi angin segar bagi pendidikan Islam modern.
