image

Sambut Ramadhan 1443 H, SMA Islam Athirah Bone Adakan Tarhib Ramadhan

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"(QS Albaqarah : 183)

Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia. Bulan yang penuh ampunan yang didalamnya mengalir keberkahan bagi yang menjalankan puasa dan memaksimalkan ibadah. SMA ISLAM ATHIRAH BONE pun menyambut bulan mubarak ini dengan melaksanakan Tarhib Ramadhan pada hari Jumat 1 April 2022 yang bertepatan dengan 29 Sya’ban 1443 H. Kegiatan ini bertujuan untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan dan mengingatkan kembali tentang amalan-amalan yang dapat dilakukan selama bulan suci ini.

Pada kegiatan yang bertajuk “Jadikan Bulan Ramadhan Sebagai Sarana Peningkatan Ibadah, Integritas, dan Profesionalitas” ini dibawakan oleh wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Bone, DR. Fathurrahman, M. Ag. Kegiatan yang berlangsubg sekitar dua jam ini digagas oleh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Fatimah Kalla.


DR. Fathurrahman, M.Ag. memulai ceramahnya dengan menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa harapan besar umat Islam untuk menjayakan Islam adalah Indonesia. Hal ini karena Indonesia merupakan negara yang memiliki pemeluk agama Islam terbanyak di dunia. Selain itu, Indonesia memiliki kurang lebih 800.000 masjid yang tersebar di seluruh wilayah, serta terdapt 58 Perguruan Tinggi Islam Negeri yang menjadi lembaga pendidikan generasi muda. Pada inti kajiannya, Wakil Rektor IAIN Bone ini membahas tuntas tema Tarhib Ramadhan mulai dari bagaimana menjaga ibadah, integritas, dan profesionalitas selama bulan Ramadhan dengan contoh-contoh real dalam kehidupan. Beliau juga menjelaskan hal-hal yang dapat membatalkan maupun yang tidak membatalkan puasa yang trrkadang luput dari pengetahuan masyarakat.

“Ramadhan harus menjadi sesuatu yang menggairahkan. Banyak peristiwa historis di dalam bulan Ramadhan. Salah satunya adalah penaklukan Andalusia terjadi pada bulan Ramadhan, sehingga Islam berjaya sampai 700 tahun. Termasuk, Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada bulan Ramadhan tahun 1945.”, terang pria kelahiran Nipa, Kabupaten Bone.

Di akhir sesi, dibuka sesi tanya jawab dari peserta yang hadir. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan baik selama Ramadhan, adab berbuka dan sahur, dan berbagai macam pertanyaan lainnya

Previous PostRenggo Khoirusyafira Kalmutiah, Siswi SMA Islam Athirah 1 Makassar Raih Medali Perunggu dan Perak Tingkat Nasional di Ajang NYSI dan KSTN 2022
Next PostMuhammad Irshad Ismail, Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar Raih Tiga Medali di Ajang Kompetisi Sains Nasional 2022