image

Kajian Hadits di Athirah Bone Hadirkan Mahasiswa King Abdul Aziz University of Jeddah Arab Saudi

SMP-SMA Islam Athirah Bone melalui Dewan Kemakmuran Masjid Fatimah Kalla menggelar Kajian Sabtu Ahad yang menghadirkan salah satu Alumni yang kini tengah menempuh pendidikan di King Abdul Aziz University Of Jeddah Saudi Arabia, Ustad Matori Ali Akbar.

Kegiatan yang dihelat pada hari Sabtu (25/9) tersebut merupakan agenda rutin pekanan yang membahas hadits-hadits pilihan. Bila pada malam sabut siswa mendapatkan hadits yang akan dihafalkan, maka pada sehari setelahnya hadits tersebut akan dikaji oleh ustad ustadzah yang ada di Athirah Bone.

Kajian selepas salat magrib tersebut membahas hadits tentang cabang-cabang keimanan, yang artinya;

Dari Abu Hurairah Radiyallahu anhu, ia berkata “ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih, atau enam puluh cabang lebih. Yang paling utama yaitu perkataan Laa ilaaha illallaah (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), dan yang paling ringan yaitu menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu itu termasuk bagian dari iman. H.R Bukhari dan Muslim.

Dalam kajiannya, alumnus yang sempat mengenyam pendidikan di ITS Surabaya ini menerangkan bahwa  Tentang cabang-cabang keimanan yang 60 atau 70 lebih. Yang paling tinggi derajatnya adalah kalimat Laa Ilaha Illallahu tentang kalimat yang agung ini yang menjadi kalimat pembeda antara seorang muslim dan non muslim dan tentunya bukan hanya sekedar ucapan tapi harus diikuti dengan perbuatan. 

Kemudian yang paling rendah adalah menghilangkan segala bentuk gangguan di jalanan yg menunjukkan akan kesempurnaan agama islam sampai-sampai hal seperti ini menjadi cabang keimanan. 

Dan sifat malu adalah bagian dari iman. Malu yang dimaksud adalah sifat malu yang membuat seseorang menghidari maksiat dan juga menjadikan seseorang malu ketika meninggalkan ketaatan. Bukan malu yang membuat orang menyembunyikan atau mendiamkan sesuatu yang baik. 

Dan cabang-cabang  keimanan ini mencakup 3 hal yaitu amalan hati, amalan lisan dan amalan anggota badan sebagaimana hakikat iman yang tidak hanya berupa ucapan tapi keimanan adalah pembenaran dengan hati, penetapan dengan lisan dan pengamalan dengan anggota tubuh.

Saat diwawancarai, sosok hafidz 30 Juz Alquran tersebut merasa bangga dan bersyukur bisa menyempatkan diri untuk berkunjung di sela-sela waktu dan keberadaannya di kampung halamannya di Bone. Ia merasa berterima kasih bisa diberi kesempatan mengabdi dan membagikan ilmu untuk adik-adiknya di Sekolah Islam Athirah Bone. 

“arusnya saya yg berterima kasih pak sudah diizinkan untuk memberikan pengabdian saya kepada sekolah. ,” Ujarnya menutup interview. Nurholis_Tim Athirah Web.(ig @nurholismuh)


Previous PostJujur dan Berintegrasi Mengawali Penilaian Tengah Semester (PTS) SMP Islam Athirah 1 Makassar
Next PostCONGRATULATION ON CARRYING OUT THE TRUST & RESPOSIBILITY, ISBAH 2021