image

Kenali Cara Identifikasi ABK, Guru TK Islam Athirah 2 Ikuti Forum MGTK

Sekolah Islam Athirah kembali menggelar Musyawarah Guru Taman Kanak-Kanak (MGTK). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid itu diikuti TK Islam Athirah Bukit Baruga dan Kajaolalido. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan dihadiri oleh seluruh guru Baby House dan TK Islam Athirah pada hari Selasa, tanggal 1 Maret 2022.

Adapun agenda dari MGTK bulan ini adalah IDENTIFIKASI PDBK (PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS) PADA ANAK USIA DINI dengan menghadirkan narasumber Masnawati, S.Pd. Beliau merupakan guru ABK dari Sekolah Islam Athirah unit SMA Kajaolaliddo.

Kegiatan ini dipandu oleh Syaleha, S. Pd diawali dengan Pembacaan surah Al Fatihah oleh seluruh peserta yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran dan Tadabbur yang di bawakan oleh Rita Subianti, S.Pd, M.Pd. dengan membacakan surah Abasa ayat 1-4 yang bertepatan dengan materi tentang anak yang berkebutuhan khusus dan  dilanjutkan dengan sambutan oleh kepala TK Islam Athirah Bukit Baruga, Rahmawati, S.Pd.

Diawal sambutan kepala TK Islam Athirah Bukit Baruga yang akrab disapa Ummi Rahma mengucapkan "Terimakasih kepada narasumber dan seluruh teman-teman guru yang sudah bergabung di kegiatan MGTK dan tetap semangat pagi dalam menerima materi", selanjutnya ummi Rahma menaruh harapan dan doa semoga pandemic segera berlalu dan kegiatan di sekolah bisa kembali normal.

Kegiatan selanjutnya adalah pemaparan materi yang dibawakan oleh ibu Masnawati. Dalam materinya, pemateri yang akrab disapa ibu Masna menyampaikan 2 bentuk yang dapat diberikan kepada peserta yaitu layanan khusus yang diberikan kepada peserta didik yaitu peserta yang mengalami hambatan belajar dan perkembangan yang disebabkan kondisi dan situasi lingkungan (bersifat temporer) misalnya anak yang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dari akibat kerusuhan, bencana alam dan layanan kepada peserta didik regular yaitu peserta didik yang tidak memiliki hambatan tertentu, misalnya hambatan fisik, mental, kognitif, sensorik dan hambatan lainnya yang menyebabkan mereka mengalami kendala dalam mengikuti pembelajaran secara klasikal.

Diakhir materi ibu Masna memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya. Hal ini  disambut baik dengan banyaknya pertanyaan dari peserta MGTK.  Penanya pertama St. Khotijah, S. Pd bertanya “Bagaimana membantu anak yang berkebutuhan khusus secara maksimal”. Penanya Nurul Khaimah, S. Pd. I juga ikut bertanya“Bagaimana cara menghadapi orang tua yang tidak terus terang klo anaknya termasuk ABK” dan penanya ketiga yakni Sarifah Sattu memberikan pertanyaan “Pada usia berapa anak tergolong ABK dan bagaimana bentuk bimbingan yang sebaiknya diberikan sementara guru yang menagani anak tidak pernah mendapatkan pelatihan khusus tentangABK.

Sebelum Penutup oleh MC, kegiatan bersama yakni berdoa yang dipandu oleh Rita Subianti, S.Pd, M.Pd. Selanjutnya MC pun menutup kegiatan dengan harapan "Kita sebagai guru dapat mengenal dan mengidentifikasi anak didik kita yang kiranya ada yang tergolong berkebutuhan khusus dan dapat memberikan penanganan yang maksimal. "

 Mirawaty,  S.Pd

Previous PostBegini Respon Anak TK Islam Athirah 2 Ketika PTMT Kembali
Next PostPeserta didik SMA Islam Athirah Sabet 3 Medali pada Ajang OSSI Tingkat Nasional