Tadarrus Bersama Via Daring Awali Pekan Pertama Agustus di SMP Islam Athirah Bone.
SMP Islam Athirah Bone mengawali pekan pertama di bulan Agustus 2021 dengan menggelar kegiatan mingguan kesiswaan. Tadarrus Bersama via daring menjadi aktivitas pertama siswa dan siswi yang berada di sekolah maupun di rumah pada hari Senin (2/8). Kegiatan yang berpusat di SMP-SMA Islam Athirah Bone tersebut digelar melalui aplikasi zoom, dan Siswa di rumah maupun yang ada di sekolah secara daring.
Pada kegiatan yang diikuti hamper 300 peserta siswa dan guru tersebut dipandu oleh salah satu pengurus OSIS. Surat yang dibaca pada kesempatan tersebut adalah Albaqarah ayat 249. Hadir sebagai pentadabbur adalah Ust. Irwan Amin, Lc. Dari SMA Islam Athirah Bone.
Tadabbur yang dibawakan oleh alumnus Universitas Al Azhar Kairo Mesir tersebut mengambil topik “Kesabaran”. Melalui ayat ini Allah menceritakan perihal Talut —Raja kaum Bani Israil— ketika keluar bersama bala tentaranya dan orang-orang yang taat kepadanya dari kalangan kaum Bani Israil. Menurut apa yang dikatakan oleh As-Saddi, jumlah mereka ada delapan puluh ribu orang tentara.
(Maka tatkala keluar) artinya berangkat (Thalut bersama tentaranya) dari Baitulmakdis, sedang ketika itu hari amat panas hingga mereka meminta kepadanya agar diberi air, (maka jawabnya, "Sesungguhnya Allah akan mencoba kamu) atau menguji kamu (dengan sebuah sungai) terletak antara Yordania dan Palestina, agar jelas siapa di antara kamu yang taat dan siapa pula yang durhaka. "Maka barang siapa di antara kamu (meminumnya), maksudnya meminum airnya (maka tidaklah ia dari golonganku) bukan pengikut-pengikutku. (Barang siapa yang tidak merasainya) artinya tidak meminumnya, (kecuali orang yang hanya meneguk satu tegukan saja, maka ia adalah pengikutku) 'ghurfah' dengan baris di atas atau di depan (dengan tangannya) mencukupkan dengan sebanyak itu dan tidak menambahnya lagi, maka ia termasuk golonganku.
(Maka mereka meminumnya) banyak-banyak ketika bertemu dengan anak sungai itu, (kecuali beberapa orang di antara mereka). Mereka ini mencukupkan satu tegukan tangan mereka, yakni untuk mereka minum dan untuk hewan-hewan mereka. Jumlah mereka tiga ratus dan beberapa belas orang (Tatkala ia telah melewati anak sungai itu, yakni Thalut dengan orang-orang yang beriman bersamanya) yakni mereka yang mencukupkan satu tegukan (mereka pun berkata) maksudnya yang minum secara banyak tadi, ("Tak ada kesanggupan) atau daya dan kekuatan (kami sekarang ini untuk menghadapi Jalut dan tentaranya") maksudnya untuk berperang dengan mereka. Mereka jadi pengecut dan tidak jadi menyeberangi sungai itu. (Berkatalah orang-orang yang menyangka), artinya meyakini (bahwa mereka akan menemui Allah), yakni di hari berbangkit, mereka itulah yang berhasil menyeberangi sungai: ("Berapa banyaknya), artinya amat banyak terjadi (golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah) serta kehendak-Nya (Dan Allah beserta orang-orang yang sabar") dengan bantuan dan pertolongan-Nya
Berangkat dari kisah tersebut, Guru yang mengampu mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab tersebut mengimbau seluruh jamaah untuk senantiasa bersabar dalam menghadapi ujian yang saat ini tengah dihadapi bukan saja oleh bangsa Indonesia, tetapi semua populasi di dunia. Nurholis_Tim Athirah Web (@nurholismuh)

