SD Athirah Bone Peringati Isra Mi’raj, Tekankan Sinergi dalam Pendidikan Salat Siswa
SD Islam Athirah Bone memperingati peristiwa Isra
Mi’raj Nabi Muhammad SAW dalam suasana penuh kebersamaan. Kegiatan ini
diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta orang tua siswa yang hadir untuk
bersama-sama mengambil hikmah dari peristiwa sejarah Islam tersebut.
Peringatan Isra Mi’raj menjadi momentum penting bagi sekolah
untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didik sejak usia dini.
Rangkaian kegiatan diisi dengan lantunan shalawat, pembacaan ayat suci
Al-Qur’an, penampilan nasyid, serta kisah Sirah Nabawiyah yang dibawakan oleh
para siswa dengan penuh semangat.
Acara inti diisi dengan ceramah yang disampaikan oleh Ustadz
Nurtasdiq, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tanete Riattang Timur. Dalam
ceramahnya, Ustadz Nurtasdiq menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan
peristiwa istimewa karena di dalamnya Allah SWT mewajibkan salat lima waktu
bagi umat Islam.
Salat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana
mendekatkan diri kepada Allah dan membentuk karakter disiplin, jujur, serta
bertanggung jawab pada diri anak.
Lebih lanjut, Ustadz Nurtasdiq menyampaikan bahwa pendidikan salat
tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah. Peran orang tua di rumah sangat
menentukan keberhasilan pembiasaan salat pada anak.
Kepala SD Islam Athirah Bone, A. Eva Rukmana, mengatakan
kegiatan ini adalah salah satu bentuk sinergi antara sekolah dan keluarga
dalam mendidik generasi yang beriman dan berakhlak mulia.
“Peringatan Isra Mi’raj tahun ini menjadi momentum penting
bagi kami di SD Islam Athirah Bone untuk menanamkan nilai‑nilai keislaman sejak
dini. Kami berharap, melalui lantunan shalawat, pembacaan ayat suci, serta
kisah Sirah Nabawiyah, siswa dapat menginternalisasi makna salat sebagai sarana
mendekatkan diri kepada Allah dan membentuk karakter yang disiplin, jujur, serta
bertanggung jawab,” jelasnya.
Ia menambahkan pendidikan salat bukan hanya tugas sekolah,
melainkan tanggung jawab bersama orang tua di rumah, menjadi panggilan bagi
kita semua untuk bersinergi.
“Semoga kegiatan ini memperkuat ikatan antara sekolah dan
keluarga, sehingga generasi kita tumbuh menjadi insan yang beriman, berakhlak
mulia, dan selalu berada dalam bimbingan Allah.” tutur Eva.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya dipahami oleh siswa,
tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan
sekolah maupun di rumah.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan harapan
agar seluruh keluarga besar SD Islam Athirah Bone senantiasa diberikan
keberkahan, kemudahan dalam mendidik anak, serta kekuatan untuk meneladani
ajaran Nabi Muhammad SAW.

