image

Masya Allah! Sekolah Islam Athirah Hadiahkan Umrah Pada 3 Guru Berprestasi

Setelah memberikan penghargaan kepada sejumlah guru dan karyawan pada akhir Agustus lalu, Sekolah Islam Athirah Makassar kembali memberikan penghargaan kepada guru dan karyawan berprestasi. Kali ini, pihak sekolah menghadiahkan umrah kepada guru berprestasi melalui kegiatan bertajuk Best Employee Award 2019 (BEAT) Athirah Islamic School yang digelar di Auditorium Sekolah Islam Athirah Makassar jalan Kajaolalido Nomor 22 Makassar. 

Sebelumnya, 22 guru dan karyawan dinyatakan memenuhi syarat mengikuti serangkaian tes. Mulai tes tertulis, presentasi imporvement idea, hingga menyisakan 8 finalis mengikuti awarding yang digelar hari ini Jumat (27/9/2019). Kedelapan finalis itu kemudian mengikuti uji kelaikan di depan 5 orang juri dan disaksikan seluruh warga Sekolah Islam Athirah. Tiga guru terbaik kemudian diumumkan oleh MC, mereka adalah Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Keagamaan SMA Islam Athirah Bone Andi Eva Rukmana, S.Pd., Guru Bahasa Inggris SMA Islam Athirah 2 Makassar Haerul Tamimin, S.Pd., dan Guru Biologi SMA Islam Athirah 1 Makassar Rismawati Razak, S.Pd. Selanjutnya, ketiga peserta terbaik tersebut akan diberangkatkan umrah bersama tujuh orang lainnya pada September mendatang.

Kepala Departemen Human Capital Performance Nurhwahidah, A.Ma., S.Pd. menuturkan, Yayasan Hadji Kalla setiap tahun memberikan apresiasi berupa umrah kepada pegawai yang telah memasuki masa pengabdian 15 tahun, namun tahun ini pihak yayasan mengusulkan adanya kriteria khusus selain kriteria masa pengabdian tersebut.

“setiap tahun yayasan memberikan apresiasi seluruh pegawai yang sudah 15 tahun masa pengabdian, tapi pihak yayasan meminta tidak semata-mata pengabdian saja tetapi juga ada satu penilaian khusus untuk memilih itu (hadiah umrah), jadi dari yang biasanya 10 orang yang berangkat berdasarkan masa pengabdian kita putuskan tujuh orang murni masa pengabdian tiga orang kita akan cari melalui penilaian khusus (BEAT 2019). Jadi kita mengakomodir  keinginan yayasan dan tetap juga memadukan apa yang  sudah menjadi kebiasaan di Athirah” jelasnya saat ditemui sesaat sebelum uji kelaikan dimulai.

Ia berharap, kegiatan BEAT 2019 dapat menumbuhkan kembali semangat kompetisi di lingkungan Sekolah Islam Athirah yang menurutnya selama ini mulai menurun.

“harapannya kita ingin menumbuhkan semangat kompetisi kembali dari para guru kita, karena ini sudah agak ada penurunan di semangat itu ya, jadi kita ingin meningkatkan kembali semangat kompetisinya, jadi kita berharap acara ini bisa betul-betul menjadi pemicu untuk itu tumbuhnya kembali semangat kompetisi antara guru dan karyawan” harapnya.

Ditemui di tempat yang sama, Integrated System and Change Management Division Head Kalla Group Nurbani Ovier mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, meski baru pertama kali diadakan, acara tersebut dikemas begitu apik. Vonnie (sapaan Nurbani Ovier) juga mengapresiasi ketiga peserta terpilih, ia menuturkan bahwa kemampuan ketiga peserta tersebut memang sangat baik.

“saya sangat (merasa) surprise melihat event yang dilakukan Athirah ini, meskipun pertama kali tetapi acaranya dikemas begitu bagus, (pengaturan) waktunya yang sangat bagus, on time sekali, acara juga berjalan dengan lancar padahal ini baru pertama kali” katanya memuji pelaksana kegiatan.

“untuk ketiga pemenang tadi, memang dari awal sejak tampil saya melihat mereka sudah menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi, penguasaan materi dan kemampuan argumentasinya tinggi, walaupun singkat tapi kelihatan mereka memang terbaik. Yang lain bukan tidak bagus, mereka juga hebat hanya memang harus ada yang terbaik dari yang terbaik, namanya juga kompetisi” imbuh dosen Kalla Business School ini. (msa)

Previous PostSiswa SD Islam Athirah 1 Makassar Gelar Drama Bertema “Princess Tandampalik”
Next PostRisma, Guru SMA Islam Athirah 1 Makassar Peraih BEAT 2019