image

Usung Tema Bhinneka Tunggal Ika, Kampanye Berbahasa Asing Jadi Projek P5 SMP Islam Athirah Bone

SMP Islam Athirah Bone melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dimulai pada hari Senin (31/10). Kegiatan yang menjadi bagian dari Implementasi Kurikulum Merdeka ini akan menyasar seluruh siswa di kelas VII sebagai pelaksana IKM. 

Tema yang akan diusung pada pelaksanaan projek pertama ini adalah Bhinneka Tunggal Ika yang poin utamanya adalah Peserta didik mengenal dan mempromosikan budaya perdamaian dan anti kekerasan, belajar membangun dialog penuh hormat tentang keberagaman serta nilai-nilai ajaran yang dianutnya. Peserta didik juga mempelajari perspektif berbagai agama dan kepercayaan, secara kritis, dan reflektif menelaah berbagai stereotip negatif dan dampaknya terhadap terjadinya konflik dan kekerasan.

Dalam kegiatan ini muara produk yang akan dihasilkan selama kurang lebih dua pekan ke depan adalah video kampanye tentang Karakter Profil Pelajar Pancasila yang akan disajikan dalam bentuk film pendek berbahasa Inggris. 

Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Kepsek Bid. Kurikulum, Erwin B.,S.Pd.,Gr.,M.E bahwa projek pertama ini seiring dan sejalan dengan semangat SMP Islam Athirah Bone yang bergerak menuju sekolah yang memiliki budaya berbahasa asing di lingkungan sekolah. Hal ini juga selaras dengan salah satu jaminan mutu sekolah, yakni menghasilkan alumni yang mahir berbahasa asing.

Selain itu, produk film dipilih karena merupakan media yang paling familiar dan dekat dengan anak muda jaman now yang akrab dengan teknologi informasi sehingga menjadi sarana yang paling efektif untuk menanamkan nilai-nilai dan karakter pancasila.

“Insha allah tema dan bentuk produk yang dipilih sesuai dengan jaminan mutu dan target sekolah untuk menjadikan kegiatan berbahasa asing sebagai budaya. Selain itu, fim kan sangat familiar sama anak muda dan remaja, jadi diharapkan dapat dengan mudah membantu menanamkan nilai-nilai karakter Pancasila.

Dihubungi terpisah, Kepala SMP Islam Athirah Bone, Nuraeni, S.Pd.,Gr. Juga mengaminkan apa yang disampaikan wakilnya tersebut. Namun sosok kelahiran Bulukumba tersebut menegaskan bahwa poin utama yang akan dicapai adalah implementasi profil pancasila itu sendiri pada anak-anak, yang pada kegiatan pertama ini menyasar tiga hal, yaitu gotong royong, kreatifitas, dan beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang Mahaesa dan berakhlaq mulia.

“Iye, betul sekali. Namun kami tetap fokus pada poin utamanya. Tiga karakter yang harus dilimiki anak-anak setelah kegiatan ini, yaitu gotong royong, kreativitas, dan beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Mahaesa,” Tegas pimpinan perempuan yang murah senyum tersebut. Nurholis_Tim Athirah Web (ig: @nurholismuh)


Previous PostKepala SMP Islam Athirah Bone Kukuhkan Pengurus OSIS dan MPK 2022/2023
Next PostSD Islam Athirah 2 Gelar English Event, Begini Keseruannya