Peringati Hari Disabilitas, Sekolah Islam Athirah Gelar Pentas Karya Inklusi
Sekolah Islam Athirah Makassar
menggelar pementasan karya inklusi. Kegiatan itu dilaksanakan di Auditorium
Sekolah Islam Athirah Jalan Kajaolalido Nomor 22 Makassar. (12/12/2019).
Sebanyak 26 Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) turut andil dalam kegiatan
itu.
Beberapa penampilan dalam
kegiatan itu di antaranya tari padduppa, musikalisasi puisi, vokal grup, nyanyi
solo, bela diri yang semuanya dipentaskan oleh PDBK dan pameran hasil karya
yang dilelang terbuka bagi hadirin. Selain itu, panitia juga merangkaikan
kegiatan itu dengan gelar wicara dengan menghadirkan terapis anak berkebutuhan
khusus Indria Effry Efriani, S.Psi.
Kegiatan tersebut mengusung tema
“Aku Berkarya, Kamu Berkarya, Kita Sama-Sama Berkarya” yang dimotori oleh Tim
Inklusi Sekolah Islam Athirah dan dihadiri oleh Pengawas Sekolah Luar Biasa
(Instruktur Nasional Sekolah Inklusi Direktorat PKLK Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia) Dr. Iis Masdiana, M.Pd. selaku konsultan
pendidikan inklusi Sekolah Islam Athirah. Selain sebagai bentuk apresiasi
terhadap karya PDBK, kegiatan itu juga dilaksanakan dalam rangka memeringati
hari disabilitas internasional yang jatuh pada hari Selasa (3/12/1019) lalu.
“(Kegiatan)
ini kita laksanakan dalam rangka memperingati hari disabilitas internasional,
selain itu sebagai bentuk apresiasi terhadap karya-karya anak didik kita selama
dua tahun terakhir ini” ujar penanggung jawab kegiatan
Andi Opu Nasruddin, S.Pd.
Opu melanjutkan bahwa
penyelenggaraan kegiatan itu bertujuan menunjukkan kepada khalayak bahwa PDBK
itu mampu berkarya dan karyanya juga bernilai tinggi. Ia juga menambahkan bahwa
Sekolah Islam Athirah selalu memberikan ruang kepada PDBK agar mereka merasa
dihargai dan diakui.
“Kita
selalu memberikan kesempatan, ruang yang seluas-luasnya untuk pengaktualisasian
diri PDBK di Sekolah Islam Athirah agar mereka merasa dihargai dan merasa
diakui keberadaannya” tambah Opu.
Hadir memberikan sambutan Kepala
Pendidikan dan Layanan Khusus Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H Basri, S.Pd., M.Pd.
dalam hal ini mewakili Kepala Dinas Pendidikan. Dalam kesempatan itu, Basri
menyampaikan bahwa setiap anak punya potensi masing-masing, tugas guru
khususnya guru pendidik khusus adalah mendampingi dalam mengembangkan potensi
itu.
“Setiap
anak itu punya bakat dan punya potensi masing-masing, tinggal kita bagaimana
membina dan memberikan motivasi kepada mereka, dan itu adalah tugas kita semua
khususnya guru pendidik khusus” jelas Basri.
Dalam kesempatan itu, Basri juga turut mengapresiasi
penyelenggaraan pentas karya inklusi yang digelar Sekolah Islam Athirah
Makassar.
“Kegiatan
seperti ini perlu kita apresiasi karena ini sangat bagus sekali untuk anak-anak
kita” tambahnya.
“Di
sini juga kita melihat bahwa ternyata di (Sekolah Islam) Athirah ini bukan
hanya membina anak-anak dengan mental dan fisik yang lengkap, tetapi juga
membina anak-anak berkebutuhan khsusus, itu artinya di (Sekolah Islam) Athirah
ini tidak ada diskriminasi” sambungnya.
Sementara itu Direktur Sekolah
Islam Athirah, Syamril, S.T., M.Pd. yang juga hadir dalam kesempatan itu
mengaku terkesima dengan penampilan PDBK. Salah satunya Azizi, ia mengaku kaget
melihat penampilan PDBK tersebut yang pandai melantunkan lagu “Laskar Pelangi”
dengan baik.
“(Gurunya)
luar biasa membangun kepercayaan diri siswa. Kaget juga meilhat Azizi, saya
kenal karena tetangga, ternyata dia bisa menyanyi dengan baik”
katanya.
Ia pun berharap, tim inklusi
Sekolah Islam Athirah dapat mengembangkan programmnya lebih baik lagi dalam
mendampingi dan memotivasi peserta didik berkebutuhan khusus.
“Semoga semakin baik programnya, pembinanya juga lebih hebat sebagai pasukan khusus, dapat lebih memahami, sabar, cerdas, dan cermat dalam mendampingi siswa” tutupnya.
Penulis: Sukri Muhammad (Humas Athirah)

