image

Belajar dari pengemudi jalan

Penulis : Risman, S.Pd

Hidup adalah perjalan kita untuk berproses. Belajar lalu  selanjutnya mungkin menjadi pengajar, mempelajari banyak hal menjadikan diri ,kita menyadari bahwa semakin banyak kita belajar mengetahui beberapa hal maka diri kalian akan tersadar dengan begitu banyak yang kita belum ketahui, sehingga ilmu kita dirasa belum cukup. Setiap tempat  dan waktu memiliki momentumnya sendiri terkait pembelajaran yang bisa kita  tangkap. Kali itu jalanan terllihat macet tapi ojol yang membawaku lihai melihat peluang disetiap cela  sehingga tidak membuat lama berpanasan di  tengah hari panas,terlihat sempit tapi seperti sudah tau kadar kapasitas lebar hingga saya dibelakang tidak tersentuh dari kiri kanan pengemudi lainnya,  pengemudi hebat. Setelah mengajar  cuaca tak seperti teriknya beberapa waktu lalu, kali ini hujan dengan angin sedikit riuh bergantian. Alhasil  ojol bukanlah pilihan tepat namun Gocar bisa jadi solusi. Tentunya itu pilihannya agar tidak basah karna hujan, di perjalanan  kembali memperhatikan pengemudi Gocar dari belakang. Mungkin tidak bisa menyelinap masuk sana kemari karna ini mobil namun tadi saat diparkiran karna sempit mmaka pengemudi Gocar tidak memiliki  pilihan, mobilnya hanya bisa mundur dan itu jauh. Dengan satu tangan lalu melihat kearah belakang tanpa ada ketakutan menabrak apapun mobil itu mulus dan lolos kejalan. Pengemudi hebat.

Waktu selalu menyuguhkan kita banyak pembelajaran tergantung kita ingin mengambilnya atau membiarkannya. Driver Ojol dan Gocar adalah pembelajaran  dengan waktu singkat namun jadi perenungan diri setelah sampai dirumah. Apa kira-kira yang membedakan saya dan mereka (Driver)? Pertama   saya penumpang dan mereka driver, kedua saya bisa hanya menikmati di belakang dan mereka mengusahakan memposisikan arah tujuan kedepan, dan yang terkhir mereka memiliki ilmu mengemudi dan belum tentu penumpang memilikinya. Tiga kesimpulan itu bisa jadi menjadi  banyak kesimpulan  lain.benarkan, semakin kita memahami pembelajaran dari suguhan waktu maka kita bisa tersadar bahwa kita sebenarnya belum banyak mengetahui banyak hal.  Manusia memiliki pikirannya untuk berpikir dan diberi kemampuan ketika ingin berusaha mengetahui, yang ingin disampaikan adalah hidup bisa jadi terlalu nyaman ketika kita memposisikan diri sebagai sebatas penumpang. Posisikanlah diri sebagai pengemudi, setiap dari diri kita ada untuk menjadi pemegang mutlak cara kita bertumbuh, bukan berarti kalian jawab “inikan hidupku” jadi mau terserah kata Tuhan “ini hidupmu” bisa jadi  waktu yang singkat , maka pergunakan sebaik mungkin.

Berbicara  tentang driver sepertinya memang banyak dari kita yang memiliki pilihan sebatas menikmati/menjadi penumpang dibelakang. Padahal untuk menjadi pengemudi pasti dapat melatih diri menjadi sosok inisiatif, melayani lebih banyakpastinya membantu orang lain lebih banyak, mampu menjadi navigasi (tau arah kemana dan tujuannya) dan tentunya bertanggung jawab atas segala keputusannya. Orang yang bermental driver sepertinya bisa dijadikan kategori “Leader” bukan?.Menjadi pengemudi disini bukan hanya dalam segi berkendara sebagaimana yang kita tau namun lebih mengarah kepada “kemana arah hidupmu akan kamu bawa?” 


editor : team web asrama
 

Previous PostAllah Menciptakan Surga Untuk Para Pendosa Yang Bertaubat
Next PostUpaya Guru TK Islam Athirah untuk Optimalkan Pembelajaran Daring Sepekan