image

Inspirasi Welcoming Day 2022; Diantar Becak Ayahnya, Selvi Bertekad Jadi Dokter dan Prestatif di Athirah Bone

Welcoming Day 2022 yang berlangsung pada hari Sabtu (16/7) menyisakan sebuah cerita yang menginspirasi. Di tengah sibuknya hilir mudik kendaraan bermotor ke kompleks Sekolah Islam Athirah Bone, seorang siswi terlihat diantar menggunakan becak dan berhenti tepat di depan asrama putri Athirah Bone.

Namanya Selvi. “Selvi saja.” Jawabnyanya saat ditanya. Siswi baru yang berasal dari SMPN 2 Watampone tersebut diantar oleh ayahnya menggunakan becaknya sendiri. Selvi adalah salah satu penerima beasiswa Yayasan Hadji Kalla untuk melanjutkan pendidikan selama tiga tahun di SMA Islam Athirah Bone.

Gadis kelahiran Palanga, 4 Desember 2006 tersebut berhasil meraih tiket beasiswa setelah menjuarai lomba cerdas cermat IPA pada kompetisi Athirah Olympic 2022. Atas capaiannya tersebut SMA Islam Athirah Bone mengganjarnya dengan bebas tes akademik masuk Athirah Bone. Keberuntungannya berlanjut setelah dinyatakan lulus pada survey penerima beasiswa.

Saat acara berlangsung di Masjid Fatimah Kalla, panitia menahbiskan dirinya untuk mewakili seluruh penerima beasiswa menandatangani surat perjanjian beasiswa. Matanya berkaca-kaca saat dibacakan nilai rupiah nominal yang akan diterimanya selama tiga tahun menempuh pendidikan di Sekolah milik keluarga Hadji Kalla tersebut.

Bukan tanpa alasan, anak pertama dari tiga bersaudara tersebut merasa Allah memberikannya jalan untuk meraih cita-cita meski orang tuanya, Pak Bahar, bekerja sebagai tukang becak. Ibunya, Nurhana, hanya seorang ibu rumah tangga. Selama ini yang membantu pemasukan keluarga adalah adik laki-lakinya yang telah putus sekolah demi bisa membantu orang tua menjaga asap dapur tetap mengepul. Adiknya yang bungsu saat ini baru memasuki jenjang sekolah dasar yang pastinya butuh biaya.

Saat turun dari  panggung Welcoming Day, lirih ayahnya berpesan agar dirinya banyak bersyukur dengan rajin beribadah dan giat belajar.

Saat diwawancarai, Selvi yang hobi membaca buku mengaku SMA Islam Athirah Bone adalah sekolah impiannya. Dirinya yang tinggal di Jl Sungai Musi menyimpan harapan bisa menjadi salah satu bagian dari sekolah tersebut. Saat ditanya tentang impian selanjutnya, dengan tegas dan yakin, ia mengatakan ingin menjadi seorang dokter. Siswi yang menjadikan IPA sebagai mapel favoritnya tersebut merasa tangga menuju cita-cita semakin lapang. Olehnya itu, ia menargetkan banyak prestasi selama berada di Athirah Bone.

“Iye, karena dekat, sering ji saya lihat sekolah ini dari luar. Berharap sekali ka dulu bisa masuk di sini, Alhamdulillah bisa dapat beasiswa dan belajar di sini,” Ungkapnya haru menutup wawancara. Nurholis_Tim Web Athirah Bone (ig @nurholismuh)


Previous PostCatatan Malam Pertama di Asrama Athirah Bone
Next PostTK Islam Athirah 1 Makassar Sukses gelar MPLS Setelah Pandemi