Pekan Ketujuh Gerakan Menulis Athirah, Hadirkan Sastrawan dan Budayawan Sulsel
Makassar - Sekolah Islam Athirah menggelar pelatihan Gerakan Menulis Athirah (GEMA) di ruang Multimedia Sekolah Islam Athirah secara hybrid, menghadirkan seorang Sastrawan dan Budayawan Sulawesi Selatan, Yudhistira Sukatanya, sebagai pemateri pada pertemuan pekan ketujuh, Sabtu (13/11/2021).
Yudhistira Sukatanya memiliki nama asli Eddy Thamrin, lahir di Bandung, 27 Desember 1956. Selain dikenal sebagai seorang Sastrawan dan Budayawan Sulawesi Selatan, Yudhistira juga seorang sutradara teater dan penulis buku berbagai genre.
Pada pertemuan ketujuh GEMA, pemateri yang berlatar belakang keluarga TNI AU sekaligus penulis novel Surat-surat dari Sel Maut Robert Wolter Mongisidi tersebut, memaparkan materi Pola Pengembangan Paragraf dan Strategi Pengembangannya.
“Dalam menyusun tulisan, pola pengembangan paragraf sangatlah penting. Pola pengembangan berguna untuk membuat tulisan lebih jelas serta lebih runtut. Pengembangan pola pikir ini bisa dilakukan dengan mengembangkan kalimat topik ke dalam berbagai kalimat penjelas yang ada dalam paragraf,” ungkap pemateri.
“Strategi mengembangkan paragraf dilakukan dengan cara mengembangkan naratif, ekspositoris, sugestif, proses, deskriptif, definisi, contoh, argumentatif, kontras atau perbandingan, analisis, dan klasifikasi,” papar Yudhistira Sukatanya kepada para peserta pelatihan.
Pelatihan yang dilaksanakan mulai pukul 08.00-12.00 WITa tersebut, berlangsung interaktif dimana tercipta tanya jawab antara pemateri dan para peserta. Guna menghidupkan suasana, pemateri juga memberikan hadiah buku hasil karyanya kepada peserta yang aktif.
Diketahui, pelatihan yang diikuti 23 orang peserta dari kalangan guru dan karyawan Sekolah Islam Athirah tersebut, dijadwalkan akan berlangsung selama 18 pertemuan dan tiap peserta akan menerbitkan satu buku di akhir kegiatan.
Citizen Reporter: Muhammad Ryan Israfan

