Medalis Nasional SMP Islam Athirah Bone di Mata Bunda; Jajannya Minimal Belajarnya Maksimal
Nama lengkapnya Ahmad Ibrahim. Baim, begitu ia kerap disapa oleh teman-temannya di kelas. Cowok kelahiran Pangkep, 9 April 2008 ini seolah tak pernah punya waktu senggang. Setiap saat selalu dimanfaatkan untuk membaca dan menganalisis materi yang akan jadi bekalnya di ajang lomba matematika.
Sebulan terakhir banyak ia
habiskan di ruang karantina bersama pembimbing-pembimbingnya yang didatangkan
langsung dari ITB Bandung. Semuanya untuk final nasional yang akhirnya ia
menangkan di Jakarta pada 10-13 Oktober lalu. Meski bukan yang terbaik,
setidaknya satu impiannya telah terwujud. Menjadi seorang medalis nasional di
ajang kementerian. Perunggu Matematika Terintegrasi berhasil ia raih di ajang
Kompetisi Sains Madrasah Nasional 2022.
Sempat diwawancarai saat baru
tiba di bandara Hasanuddin Makassar, Cowok murah senyum ini menyampaikan
rasa syukur dan bangganya, serta alasan mengapa ia bisa meraih medali di KSM.
“Alhamdulillah, Pak. Akhirnya
bisa dapat medali nasional dari kementerian. Kalau ditanya susah mana dengan
OSN, menurut saya lebih susah OSN Pak, meski di KSM soal-soalnya diintegrasikan
dengan Alquran. Kalau ditanya kenapa? Ya karena saya gagal jadi medalis di OSN/KSN.
Heheheheh,” Ujarnya santai sembari terkekeh.
Kesehariannya di SMP Islam Athirah
Boarding School Bone banyak dihabiskan dengan karantina lomba. Meski begitu, sesekali
siswa kelas IX Asy Syahid ini tetap
menyempatkan waktu berinteraksi dengan sebayanya di kelas maupun di asrama. Bila
di sekolah prestasinya begitu mentereng. Begitu pun di asrama. Nyaris tidak ada
komplain dari pembina di sana.
Deretan prestasinya yang luar
biasa karena mulai dari kompetisi lokal, regional, hingga nasional membuat kita
semakin penasaran bagaimana sosok Baim. Penulis berkesempatan mewawancarai Bu
Hasniaty Hasan via Whatsapp terkait putra bungsunya tersebut. Berikut ini
petikan wawancaranya.
Bagaimana tanggapan Bunda
terkait prestasi ananda Baim di KSM 2022 ini?
Alhamdulillah bersyukur dan
bangga sekali atas prestasi yang Baim raih di KSM. Saya juga sangat berterima
kasih atas bimbingan dan support dari guru-guru dan pembina di SMPS Athirah
Bone.
Berkat bimbingannya selama ini,
alhamdulilah Baim bisa memaksimalkan potensi dirinya dan mencapai prestasi yang
membanggakan bagi sekolah, keluarga, dan terutama kebanggaan bagi diri Baim
sendiri.
Bagaimana bunda melihat
Ibrahim kecil waktu SD? apakah memang sudah punya kebiasaan belajar yang
spesial sehingga bisa punya prestasi seperti saat ini bunda?
Alhamdulillah saya sangat
bersyukur kepada Allah Swt. Karena saya heran waktu kecil belum masuk TK, kenapa
ini Baim tiba-tiba pintar membaca padahal saya tidak pernah ajar. Pintar
berhitung juga, pintar membaca huruf Hijaiyah. Ternyata kalau kuajar kakaknya
nadengar-dengar juga. dan cepat sekali faham anaknya.
Kalau di sekolah dan di asrama
kan ananda senantiasa disibukkan dengan belajar dan ibadah bunda. Kalau di
rumah bagaimana keseharian ananda?
Alhamdulillah Pak saya sangat
bersyukur dan menurut saya memang pantas untuk mendapatkan nikmat Allah Swt. Krn
Alhamdulillah Baim rajin belajar ibadah juga rajin, kadang duluan bangun shalat
tahajud dari pada saya, Pak. Saya sering menangis kalau kulihatmi sedang shalat
tahajud.
Puasa Senin Kamisnya, puasa
Syawal dan puasa-puasa yang lain tidak pernah mau ketinggalan. Kadang kalau
sedang lomba atau sibuk, kularang puasa tapi tetap mau. Belajarnya juga rajin sekali,
sejak kecil, belajar sampai larut malam, kadang saya bilang istirahatmi dulu, Nak!
Menurut saya dari tujuh Baim
bersaudara, Baim yangg paling istimewa buat saya, Pak. Masyaa Tabarakallah saya
sangat bersyukur. Karena Baim juga disiplin waktu, dan pandai mengatur waktunya.
Kadang kalau sibuk sekali kusuruh
Loudry cuciannya, tidak mau sekali, Pak. Na bilang bisaja, Ma. Dan sangat hemat juga, Pak.
Hemat sejak kecil, tidak pernah jajan. Waktu SD saja tidak mau sekali bawa uang
jajan. kadang kupaksa bawa, itupun selalu
nakembalikan
Di Athirah tdk pernah berubah
uangnya.Tdk pernah mau beli sesuatu kecuali kebutuhan sekolah
Apa harapan bunda selama
ananda di Athirah Bone?
Saya sangat bersyukur anakku diterima
sekolah di Athirah Bone, sekolah yang menurut saya sangat komplit, Karena
belajar umumnya bagus dan hafalan juga bagus, shalat tahajud dan puasa Senin
Kamis.
Dan yang paling saya kagumi
Sekolah Athirah bone Karena mendidik anak2 menjadi pribadi relijius , sholeh
sholehah dan sangat sopan disiplin dan mandiri.
Semoga Athirah bone bisa
mengembangkan potensinya Baim. Perhatian bimbingan dan support dari guru-guru
, pembina asrama ustadz-aUstadzah sangat saya harapkan.
Demikianlah penuturan Hasniaty
Hasan, Bunda seorang Ahmad Ibrahim yang selalu bisa menjadi teladan untuk
teman-temannya. Selayaknya sebagai siswa yang diamanahkan sebagai Culture Agent,
Baim berhasil menunjukkan teladan, dan menginspirasi semua teman-teman dan
gurunya tentang bagaimana berprestasi dan berdisiplin. Nurholis_Tim Athirah Web
(ig: nurholismuh)

