Gelar Ujian Tashih, Siswa Kelas XII SMA Islam Athirah 1 Makassar Tampil Percaya Diri di Hadapan Penguji
Setelah menghadapi Ujian Sekolah, Siswa Kelas XII SMA Islam Athirah 1 Makassar kembali dihadapkan dengan ujian Tashih. Ujian ini merupakan evaluasi untuk mengukur kemampuan bacaan surah selama tiga tahun, yakni sejak kelas X hingga kelas XII.
Andi Asasi, Selaku ketua panitia Ujian Tashih tahun ini memaparkan bahwa ujian ini merupakan ujian puncak kelas XII dengan jumlah peserta sebanyak 132 siswa. Aspek yang dinilai dalam ujian tashih ini meliputi tajwid dan ghorib. Khusus pada kelas XII, pelajaran fokus pada tartil membaca Alquran dan wajib menyelesaikan satu juz hapalan. Peserta ujian—dalam hal ini siswa kelas XII dikumpulkan terlebih dahulu di laboratorium agama untuk mendapatkan pengarahan terkait mekanisme ujian. Setelah itu siswa diarahkan menuju kelas yang telah ditentukan.
“Saat ujian, siswa membaca Alquran di hadapan penguji. Penguji akan menilai tajwid—Panjang pendeknya bacaan tersebut, serta ghorib yang akan ditanyakan secara khusus.” tambah Andi Asasi.
Penguji dalam ujian Tashih ini terdiri atas penguji internal dan penguji eksternal. Penguji internal adalah guru tahfiz SMA Islam Athirah dan penguji eksternal ada tiga orang, yakni Ustaz Mahyuddin, S.Thi., M.Th.i (Guru SD PAI), Ustaz Abdul Wahab, S.Pd.I (Koordinator Alquran Unit SMP Kajaolaliddo), dan Ustaz Kamaruddin, A.Md. (koordinator Keagamaaan).
Ustaz Abdul Wahab, S.Pd.I sebagai salah satu penguji eksternal, ditemui usai menguji menyampaikan rasa syukurnya dalam ujian ini. “Alhamdulillah sejauh ini siswa bisa melewati ujian tashih dengan baik. Usaha siswa dalam mempersiapkan ujian ini sangar luar biasa. Meskipun masih perlu memperhatikan panjang pendek bacaan. Insya Allah ini bisa diperbaiki jika dibiasakan dan konsisten membaca Alquran.
Afrisya Irnayati, salah satu peserta ujian tashih kelas XII MIPA 1 tampak lega setelah keluar dari ruang ujian. “Saya sangat percaya diri mengikuti ujian ini karena telah mempersiapkannya sejak lama. Tidak ada yang susah, karena hampir tiap hari murojaah bacaan Quran.”
Andi Asasi membeberkan bahwa setelah ujian ini dilaksanakan, akan dihelat Khotmil Quran pada 12 Mei mendatang. Dalam wisuda tersebut, siswa akan diberikan penghargaan dengan tiga kategori, yakni bacaan terbaik, teladan, dan hapalan terbanyak. “Kategori teladan di sini artinya adalah siswa yang rajin. Meskipun hapalannya sedikit tetapi punya spirit untuk menghapal serta istikomah.” Imbuhnya.
Harapan Ustaz Abdul Wahab S.Pd.I kepada para siswa peserta ujian, beliau menyampaikan bahwa refleksi dan faktor kebiasaan menjadi penentu bacaan akan jauh lebih baik. Serta lebih sring mendengarkan murotal.
“Siswa- siswa kita di Athirah sudah dapat kesempatan besar untuk hampir tiap hari membaca Alquran. Setiap aktivitas pembelajaran diawali dengan bacaan Alquran dan akhirnya kebiasaan tersebut terbangun dan bermanfaat bagi kehidupan mereka. Saya berharap dengan ujian Tashih ini, spirit siswa bisa lebih terpacu lagi dalam menghapal dan mempelajari Alquran.
Tim Web (Sabrianti A)

