SMA Islam Athirah Bone Wakili Kabupaten Bone dalam KSM Tingkat Provinsi
Bone,
Panyula- Hari Ahad (13/05/18),
rupanya menjadi hari bahagia bagi Sekolah Islam Athirah Bone. Setelah mengukir
nama harum dalam UN tertinggi, kali ini Athirah Bone mendapat kesempatan untuk
dua orang siswanya mengikuti ajang KSM (Kompetesi Sains Madrasah) tingkat
provinsi.
KSM
merupakan progam dari Kementrian Agama (Kemenag) yang bertujuan untuk
meningkatkan mutu pendidikan sains di sekolah-sekolah madrasah serta menjunjung
tinggi sportivitas dan nilai-nilai dalam mempelajari dan memahami sains. Pada
awalnya, lomba ini hanya dikhusukan bagi sekolah-sekolah berbasis Islam. Namun,
akhir-akhir ini sekolah umum pun sudah bisa ikut berpartisipasi meskipun masih
ada beberapa kabupaten masih belum memberi jalan bagi sekolah umum. Di Kabupaten
Bone sendiri, baru tahun ini ajang tersebut terbuka secara umum.
KSM
ini juga merupakan ajang yang setara dengan OSN (Olimpiade Sains Nasional).
Lombanya pun berjenjang hingga ke tingkat nasional. Bedanaya, soal yang
disajikan tidak hanya berupa pengetahuan umum ataupun sains, tapi dipadukan
dengan materi agama Islam. Siswa dituntut untuk cerdas dalam sains dan pandai dalam menguasai ilmu
agama. Adapun abang yang diperlombakan
sebanyak, yakni Matematika, Kimia, Geografi, Ekonomi,
Menurut
Rahmadani, siswa kelas XI MIPA ini yang berhasil lolos ke tingkat provinsi, KSM
merupakan pengalaman pertama baginya dan teman-temanya. Mereka mengaku akan
menggunakan kesempatan yang ada sebaik mungkin. .
"Tahun
lalu, sebenarnya kami ingin ikut juga. Tapi belum diterima. Tahun ini baru
diterima dan kami tidak akan sia-siakan kesempatan yang ada, " ungkap
Rahmadani saat sesi wawancara
Pada
ajang ini, Athirah Bone mengirim enam siswa untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Dua orang berhasil melaju ke tingkat provinsi, yakni bidang studi Ekonomi yang
diwakili oleh Wihdatul Aqidah dan bidang studi biologi yang diwakili oleh
Rahmadani.
Menurut
Salsa, siswa yang mengikuti KSM bidang Matematika, lomba ini memiliki tantangan
tersendiri. Selain belum memiliki pengalaman karena baru kali pertama
mengikutinya, soal yang ada juga cukup sulit. Salsa mengaku terkecoh dengan mempelajari soal tahun
kemarin.
"Tahun
ini soal agamanya sedikit. Bahkan hanya 2-3% saja. Kami kan tahun ini baru
pertama ikut jadi kemarin kami cuma mempelajari soal-soal tahun lalu dan
soalnya lebih didominasi oleh soal agama. Akhirnya, sayapun lebih focus
belajara agama. Tapi, ya ini mungkin bukan rezeki saya. Tetap bersyukur aja deh
dan semoga teman-teman yang lolos bisa sampai ke nasional dan kembali menjadi
yang terbaik." aku Salsa
Terlepas
dari itu, Kompetisi yang dilaksanakan di MAN 1 Watampone bagi siswa MA/SMA
sederajat ini menjadi ajang tersendiri bagi siswa Athirah Bone untuk
mengembangkan diri.
"Banyak
saingan kemarin. Tapi semoga kami bisa sampai di nasional. Doakan, ya." tutup
Rahmadani. (Wafiq Azizah Annisa R)

