image

Konsep Pemimpin Ideal Menurut Al-Ghazali

Penulis : Nirwana Amir, S.Ag (Pembina Asrama Putri_Bukit Baruga) 

Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad atau Abi Hamid Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali al-Tusi al-Safi’I, lebih dikenal dengan nama al-Ghazali dengan gelar Hujjat al Islam yang mengandung arti: bukti kebenaran Islam, merupaka seorang filosof dan teolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat pada abad Pertengahan.

Al-Ghazali merumuskan tipe pemimpin ideal, yang lahir dari berbagai kepemimpinan di masa itu. perpaduan akal dan batin yang dimiliki al-Ghazali melahirkan buah pemikiran pemimpin baru, pemimpin yang mencerminkan figur kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. Rumusan tentang pemimpin yang disusun oleh al-Ghazali berawal dari kekecewaannya terhadap pemimpin, raja, ulama, dan pejabat pada masa Dinasti Saljuk yang mengalami kemunduran, karena terjadinya perebutan tahta dan gangguan stabilitas keamanan dalam negeri. Korupsi, nepotisme, ketidakadilan, penyuapan, serta kekejaman.

Pemimpin ideal bagi al-Ghazali adalah pemimpin yang memiliki intelektualitas yang luas, pemahaman agama yang mendalam, serta akhlak yang mulia, seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. dan para sahabat. Inilah sosok pemimpin yang diinginkan oleh al-Ghazali. Seorang pemimpin yang membawa perubahan dan pembaruan, menggerakkan bawahan melalui iman dan pengetahuan, dan mencerminkan akhlak yang mulia.

Kepemimpinan Islam berdiri di atas kepemimpinan Ketuhanan (ketauhidan), setiap manusia hanya tunduk dan patuh kepada kepemimpinan Allah Swt yang telah ditunjukkan Nabi Muhammad Saw. kepemmpinan dalam Islam tidak dibenarkan jika terdiri dari orang-orang zalim, fasik, nifaq, kufur, dan syirik (orang gemar melakukan dosa keji seperti zina, korupsi, manipulasi, merebut kekuasaan dan sebagainya). Apabila terdapat seorang pemimpin yang seperti ini dalam Islam, maka eksistensi kepemimpinannya akan batal, tidak sah, dan tidak memperoleh ketajallian Allah, syafa’at Rasul-Nya, serta restu penghuni bumi.

Tugas manusia sebagai pemimpin untuk memakmurkan bumi ada dua. Pertama , menyeru dan menyuruh/memerintahkan orang lain berbuat amal ma’ruf. Kedua, melarang/memerintahkan orang lain agar meninggalkan perbuatan keji dan munkar. Secara tidak langsung, pemikiran yang digagas oleh al-Ghazali dipakai oleh sebagian pemimpin-pemimpin di dunia ini. Pemimpin ideal yang di konsepkan al-Ghazali sangat berguna untuk keberlangsungan kepemimpinan yang efektif dan integratif. Seorang pemimpin yang diimpikan oleh masyarakat banyak. Pemimpin yang mampu membawa pengikutnya kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Pemimpin yang mampu membimbing ke jalan yang lurus, serta pemimpin yang mampu mewujudkan cita-cita bawahannya.


Editor : tim web asrama

Previous PostSEMANGAT BARU DIACARA PEMBUKAAN LIGA BOARDING 2022
Next PostRaih Keberkahan PPDB, SD Islam Athirah 2 Makassar Gelar Buka Puasa Bersama