Tidur, Utamakan Kualitas atau Kuantitas?
Tidur merupakan kebutuhan dasar setiap orang. Pada kondisi istirahat dan tidur, tubuh melakukan proses pemulihan untuk mengembalikan stamina tubuh hingga berada dalam kondisi yang optimal. Perubahan pola tidur umumnya disebabkan oleh tuntutan aktivitas sehari-hari yang berakibat pada berkurangnya kebutuhan untuk tidur, sehingga sering mengantuk yang berlebihan di siang harinya.
Kemudian sebuah pertanyaan muncul, bagaimana tidur di sekolah Islam Athirah Bone di tengah waktu kesibukannya yang sangat padat? Sementara tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah aktivitas yang padat di sekolah. Dan tentu saja, kualitas tidur mutlak dibutuhkan guna mendatangkan manfaat bagi kesehatan.
Guru dan siswa Sekolah Islam Athirah Bone ditengah berbagai kesibukannya di sekolah dan asrama, diminta lebih memperhatikan tidur untuk menjaga kesehatannya. Tidur yang berkualitas merupakan salah satu yang pokok untuk menunjang kesehatan sehingga semangat dalam mengajar dan belajar.
Sebagian besar kita mungkin memiliki kuantitas tidur yang sangat banyak, tetapi mengapa rasa kantuk masih menyerang meski telah tidur dalam jangka waktu yang lama? Jawabannya terletak kepada kualitas tidur kita. Nabi Muhammad SAW. telah mencontohkan bagaimana tidur yang berkualitas untuk umatnya.
Pertama, tidur siang. Nabi biasanya tidur sebelum waktu dzuhur selama kurang lebih 15 menit. Kedua, nabi bisanya melakukan aktivitas seperti biasa dan kembali tidur setelah salat isya. Ketiga, nabi bangun tengah malam untuk melakukan ibadah hingga menjelang subuh. Di waktu itulah nabi kembali istirahat. Biasanya nabi hanya akan duduk istirahat dan tidak tidur.
Dalam buku Sehat Holistik ala Rasulullah, terdapat beberapa hal yang dilakukan Rasulullah SAW sebelum tidur:
“Barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya malaikat tersebut akan berucap, ‘Ya Allah ampunilah hambaMu si fulan, karena ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci'”.(HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.)
Nabi mencontohkan kepada umat muslim agar sebelum tidur untuk membiasakan membaca dzikir. Salah satu dzikir yang dibaca Nabi adalah: “Subhanallahi wal-hamdulillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar,”. Dzikir ini dibaca sebanyak 33 kali.
Rasulullah SAW terbiasa membersihkan tempat tidurnya sebelum berbaring. Gunanya agar kita terhindar dari apa saja yang membuat tidur kita tidak nyaman.
Tidur tengkurap di malam hari maupun siang hari dilarang oleh Nabi. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya (berbaring dengan tengkurap) itu adalah berbaringnya penghuni neraka,”.
Sekolah Islam Athirah Bone pun berupaya mengikuti sistem yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini dapat kita lihat dari salah satu program sekolah yaitu qoilulah. Qoilulah atau istirahat sejenak, dilakukan setelah melaksanakan salat dhuhur dan makan siang, yaitu pada pukul 12:45-13:20. Kalau kita berbicara kuantitas, mungkin kita kalah, tapi secara kualitas, semoga kita termasuk yang mendahulukan kualitas tidur daripada kuantitasnya. Sahril_Tim Athirah Web (@sa.hri.l)

