Seminar Anti Perundungan
MAKASSAR – Tindakan persekusi (bully) harus dicegah sebab bukan merupakan
perbuatan yang baik. Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk
mengucapkan perkataan yang baik.
Sehubungan dengan itu, Sekolah Dasar (SD) Islam Athirah Bukit Baruga menggelar
sosialisasi anti perundungan (bully) di Gedung LEC Athirah Bukit Baruga, Jalan Raya
Baruga Sektor Mahameru, Makassar, Sulawesi Selatan.
Pemateri sosialisasi, Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri
Makassar (UNM) Dr Abdul Saman, MSi, Konselor. Pemateri merupakan dosen dengan
latar belakang psikologi pendikan.
Hadir dalam kegiatan, Kepala Sekolah SD Athirah Bukit Baruga Muhamad Azis, SPd
MPd, wakasek sarana dan prasarana Muhammad Fajar, SKom, para guru Bimbingan
Konseling (BK), wali kelas IV dan V, dan pengurus Badan Musyawarah Jam’iyah (BMJ).
Pengenalan anti perundungan ini diikuti siswa kelas IV dan V sekitar 170 siswa.
Kegiatan yang bertajuk “Sosialisasi Anti Bully” ini digelar pukul 08.00 wita hingga pukul
11.00 wita.
Ketua Panitia Fahrul, SPd mengatakan, kegiatan digelar untuk mencegah ucapan
maupun tindakan bully di lingkup sekolah. “Tujuannya agar peserta didik mampu
mengenal apa saja contoh ucapan yang bernada bully dan apa saja dampak
negatifnya,” ujarnya.
Sosialisasi anti persekusi ini dirangkaikan dengan pembacaan ikrar anti bully oleh
pengurus Organisasi Peserta Didik Intra Sekolah (OPDIS) SD Islam Athirah Bukit
Baruga. Kegiatan ini diselenggarakan OPDIS dan didukung BMJ Sekolah Islam Athirah
Bukit Baruga. Sosialisasi ini juga merupakan salah satu program BMJ periode 2018-
2019.
Siswa SD Athirah Bukit Baruga, Muhammad Naufal Wahmal menyatakan, perundungan
dapat merusak hubungan dengan teman. “Bully merusak persahabatan,” kata Naufal,
siswa kelas V.3 yang juga Wakil Ketua OPDIS ini.

