image

GURU JASAMU TIADA TARA

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubari

Semua baktimu akan kuukir didalam hatiku

S’bagai trima kasihku ‘ntuk pengabdianmu

 Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku

Sebagai terima ksihku untuk pengabdianmu

 Engkau bagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam keahusan

Engkau patriot pahlawan bangsa , tanpa tanda jasa

(Hymne Guru)

 Lirik lagu  Hymne Guru sudah tidak asing ditelinga kita karena setiap tahun selalu dilantungkan saat peringatan hari guru. Liriknya penuh makna yang mendalam memuji dan menghargai keberadaan guru sebagai pahlawan pendidikan tanpa tanda jasa. Begitu mulia jasa guru, tanpa pamrih mengajar dan mendidik tiada tara putra-putri bangsa supaya kelak menjadi generasi emas Indonesia.

Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Keyakinan ini muncul karena mansuia adalah makhluk lemah yang dalam perkembangannya senantiasa membutuhkan  orang lain sejak lahir bahkan pada saat tutup usia. Semua ini menunjukkan bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam perkembangannya., demikian pula halnya peserta didik, ketika  orang tau mendaftarkan anaknya ke sekolah pada saat itu juga ia menaruh harapan terhadap guru, agar anaknya dapat berkembang secara oprtimal dari bimbingan  seorang guru.

Sejumlah pakar pendidikan telah memberikan lisensi bagi guru, bahwa tugas seorang guru sungguh sangat mulia dalam dimensi masyarakat yang multicultural. Bahkan dipercaya, peranan teknologi yang semakin canggih saat ini dengan diciptakan robot, ternyata belum mampu menggantikan tugas-tugas guru sebagai tenaga pengajar dan pendidik di depan kelas. Realitas-realitas ini membuktikan kepada kita semua bahwa pekerjaan guru begitu hebat mulianya dan menjadi kiblat bagi pencerdasan dari generasi ke generasi.

Pujian dan sanjungan yang diberikan kepada guru begitu banyak dan sarat dengan makna. Lihatlah penggalan syair Hymne Guru berikut, “Engkau laksana embun penyejuk dalam keahusan, Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa”. Umar Kayam dalam novelnya juga mengungkapkan hal yang sama  dengan judul “Para Priyayi”. Kayam menggolongkan seseorang guru yang berprofesi sebagai priyayi. Sedangkan Clif Ford Geerfz (1981) juga menjelaskan bahwa “Priyayi adalah suatu status osial yang memiliki tradisi yang agung. Keagungannya karena memiliki sikap menahan diri, berbudaya, berpengetahuan  dan rohaniah yang tinggi”. Makanya tidak heran kalau masyarakat tempo doeloe kalau berprofesi sebagai guru adalah pekerjaan yang sangat didambakan, apatahlagi dengan penyebutan sebagai “tuan guru”.

Guru dengan “tuan gurunya” saat kini harus berdiri tegak sebagai sosok yang diguguh dan ditiru. Guru adalah pendidik yang menjadi tokoh, panutan dan identifkasi bagi peserta didik  dan lingkungannya. Guru juga harus bertanggungjawab atas terhadap segala tindakannya dalam pembelajaran di sekolah dan dalam kehidupan bermasyarakat.

Melihat kondisi-kondisi nyata tersebut yang berkenan dengan keberadaan guru yang tidak mengenal lelah, letih , lesu, tak bergairah, maka wajar kalau guru wajib diberi penghargaan sebagai sosok yang berjasa bagi kehidupan yang sesungguhnya. Tanpa guru , maka apa kata dunia…bangsa ini mau jadi apa? Karena guru, hingga semua anak negeri mampu menikmati hari ini dan masa depan  dengan baik. Pastinya guru adalah jembatan ilmu pengetahuan yang mampu mengantar manusia menuju kepada kehebatan dan citi-cita yang sukses. “Guruku jasamu tiada tara”.


Penulis: Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd. (SMA Islam Athirah Kajaolaliddo)



Previous PostSelamat! SMA Islam Athirah 1 Makassar Juara Infografis dan Video Competition Se-Sulawesi di Alkali Contest 2020
Next PostSMA Islam Athirah 1 Makassar Gelar Presentasi Lanjutan KIR Kelas XII