image

Kajian Jumat Malam Asrama Athirah Bone, Pemuda hari Ini, Pemimpin di Hari Esok

Keasramaan Sekolah Islam Athirah Bone menggelar Kajian Jumat Malam di Masjid Fatimah Kalla pada 26 Rabiul Awal 1444 H (21/10) yang diikuti oleh seluruh siswa SMP dan SMA. Pengajian yang dilaksanakan setelah salat Isya tersebut menghadirkan Ustadz Kardiman, S.Pd. sebagai pemateri.

Kegiatan tersebut mengangkat tema Syubban al Yaum, Rijalul Ghadd yang bila diartikan bermakna Pemuda hari Ini, Pemimpin di Hari Esok. Pemateri yang merupakan Staff pengajar di Rumah Tahfidz Quran babul Jannah, Bone tersebut menyampaikan kriteria seorang pemimpin yang baik, salah satunya adalah dapat berperan sebagai imam yang adil. 

Menurut salah satu Dean Syuro HILMI (Himpunan Pelajar Muslim Indonesia) tersebut, seorang pemimpin sejatinya adalah sosok yang bertumbuh dewasa dalam ibadahnya kepada Allah Swt. Ia adalah sosok yang hatinya selalu terikat dengan masjid.

Pada kesempatan tersebut, pemateri juga membahas materi khas anak muda tentang bagaimana dua orang yang saling mencintai di jalan Allah. Menurutnya keduanya berkumpul karena Allah dan berpisah juga karena-Nya. Ia kemudian memberikan contoh tentang kisah nabi Yusuf yang diajak berzina oleh wanita yang mempunyai kedudukan, lagi cantik parasnya, Namun saat itu Nabi Yusuf berkata “Sesungguhnya aku takut kepada Allah,”

Di kesempatan yang lain, sosok anggota LIDMI (Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia) Tersebut juga membahas tentang Sedekah. Ia menyampaikan bahwa seseorang yang bersedekah dengan satu sedekah, lalu menyembunyikan nya sehingga tangan kirinya tidak tau apa yang tangan kanannya infaqkan. Amalan terakhir yang disampaikan dalam kriterianya sebagai seorang pemimpin yang baik adalah, Seorang pemimpin senantiasa berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi, lalu ia meneteskan air matanya.

Wakil Kepala Keasramaan, Supriadi, S.PdI. saat diwawancarai menyampaikan bahwa kehiatan Kajian Jumat Malam adalah kegiatan pekanan yang dilaksanakan tiga kali dalam sebulan. Kegiatan ini bertujuan agar seluruh siswa dan siswi senantiasa terbarukan suasana keimanannya kepada Allah Swt dengan mendengarkan kajian dan dari ustad ustadzah yang dihadirkan sebagai pemateri. 

“Ini adalah kegiatan pekanan. Insha Allah dilaksanakan selama tiga kali dalam sebulan. Hal ini untuk merefresh iman dan taqwa siswa-siswi dengan mendengarkan kajian dari pemateri yang dihadirkan,” Ungkap sosok asal Kajuara Bone tersebut.

Sesi kajian kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab dari dua orang siswa yang kemudian ditutup dengan membaca doa bersama dan salat Isya secara berjamaah. Nurholis_Tim Athirah Web (ig: @nurholismuh)


Previous PostKajian Bulanan Sekolah Islam Athirah Bone Kaji Kemuliaan Tugas Seorang Guru
Next PostBeri Penguatan ke Guru, SMA Islam Athirah Bukit Baruga Gelar Workshop Profil Pelajar Pancasila