image

Siswa Athirah Harus Tahu, Nih! Sejarah Awal Tahun Baru Hijriyah

Hari Selasa (10/8) umat muslim di seluruh dunia sama merayakan tahun baru Hijriyah yang jatuh pada 1 muharram 1443 Hijriyah. Sebagai umat muslim tentu kita dapat menjadikan ini sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik daripada tahun sebelumnya. Selain telah ditetapkan menjadi libur nasional, kita juga perlu tau sejarah ditetapkannya penanggalan Hijriyah. 


Dilansir dari buku Sejarah Pembentukan Kalender Hijriyah karya Ahmad Sarwat, sejarah penetapan tahun baru hijriyah berawal dari kebingungan yang dialami Gubernur Abu Musa Al Asyari saat menuliskan surat yang akan dikirim kepada Khalifah Umar bin Khattab. Hal ini juga mebuatnya kesulitan saat berurusan dengan penyimpanan dokumen dan pengarsipan.

Berangkat dari peristiwa tersebutlah kemudian dirumuskan kalender Islam yang saat itu masih menggunakan kalender Islam yang mengadopsi peradaban Arab pra-Islam yang tanpa angka tahun  dan hanya sebatas bulan dan tanggal saja.

Perumusan  diprakarsai oleh Khalifah Umar yang mengajak Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf RA, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam RA, Sa’ad bin Waqqas hingga Thalhan bin Ubaidillah untuk bersama-sama dalam penyusunan kalender Islam.

Saat itu disepakati untuk menggunakan kalender pra-Islam yang disempurnakan. Perbedaan muncul saat akan menentukan awal tahun baru Islam. Beberapa sahabat mengusulkan tahun awal dimulai dari lahirnya Rasulullah Saw. Selain itu, ada juga yang mengusulkan dimulai sejak peristiwa Isra’Mi’raj saat Rasulullah menerima perintah salat.

Ali bin Abi Thalib kemudian mengusulkan peristiwa hijrah Rasulullah Saw dari Mekkah ke Yatsrib sebagai tonggak awal penetapan tahun dimulainya kalender Islam. Usulan ini kemudian disetujui dan disepakati oleh seluruh sahabat yang hadir. Hijrah merupakan peristiwa penting dalam perkembangan Islam, karena dengan kepindahan inilah Rasulullah SAW bisa membentuk masyarakat. Sejak itu kalender Islam dibuat dengan nama kalender Hijriyah.

Kalender Hijriyah ditetapkan 17 tahun pasca hijrah nabi (638 M). kalender ini menggunakan sistem peredaran bulan atau Qomariyah. Tentu berbeda dengan kalender masehi yang menggunakan peredaran matahari atau syamsiah.

Pergantian hari kalender Islam dimulai sejak tenggelamnya matahari. Revolusi bulan mengelilingi Bumi memerlukan waktu lebih kurang 29,5 hari. Jadi 1 tahun hijriah terdiri atas 354 hari. Dalam perhitungan diadakan pembulatan, sehingga dalam kalender hijriah usia tiap bulan diselang seling antara 29 dan 30 hari, kecuali pada bulan Zulhijah (dilansir dari berbagai sumber). Nurholis_Tim Athirah Web (@nurholismuh)


Previous PostGandeng Grace English Home, SMP Islam Athirah Bone Gelar Placement Test
Next PostGelar Briefing Pagi, SMA Islam Athirah 1 Makassar Bahas Agenda Penting di Bulan Agustus