Amalan Setelah Ramadan, Materi Fiqh Nisaa' Pekan Pertama Di Bulan Syawal SMP Islam Athirah Baruga
.
BukitBaruga, sekolahathirah.sch.id - Kegiatan fiqh nisaa' SMP Islam Athirah Bukit Baruga adalah kegiatan yang dilaksanakan setiap pekannya di hari Jumat. Hari ini (21/05/21) pekan pertama bulan Syawal, SMP Islam Athirah Bukit Baruga mengangkat tema "Amalan Setelah Ramadan". Menghadirkan pemateri dari IPMI, Ustadzah Eka Yuli Astuti menyampaikan materi di depan siswa SMP Islam Athirah Bukit Baruga via Aplikasi Google Meet. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 12.00 - 13.00 WITA yang diikuti oleh siswi kelas VII, VIII dan IX.
"Agar ramadan tidak berlalu begitu saja, maka mari sibukkan diri dengan menuntut ilmu dan mengamalkannya." Ungkap Ustadzah Eka Yuli Astuti.
"Ada beberapa amalan yang harus dilaksanakan setelah ramadan untuk tetap menjaga keistiqamahan kita dalam beribadah. Diantaranya muhasabah diri, berdoa, menuntut ilmu dan menyempurnakan puasa ramadan dengan puasa syawal." Tambahnya.
SMP Islam Athirah Bukit Baruga selain menghadirkan pemateri dari luar, juga menjadwalkan secara bergiliran guru-guru SMP Islam Athirah Bukit Baruga sebagai pemateri dalam kegiatan fiqh nisaa' ini. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi bekal bagi siswi SMP Islam Athirah Bukit Baruga untuk lebih mengetahui hukum-hukum fiqh untuk wanita.
Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah, ketika membicarakan faedah melakukan puasa Syawal, beliau rahimahullah berkata, “Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah jika menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan shalih setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah ada kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 388).
Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah, ketika membicarakan faedah melakukan puasa Syawal, beliau rahimahullah berkata, “Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah jika menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan shalih setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah ada kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 388).
Penulis : Iqbal TIK

