image

Buku Karya Siswa: Kreativitas di Tengah Keterbatasan

Tahun pelajaran lalu, 2020/2021, menyisakan banyak cerita. Kondisi pandemi yang memaksa semua aktivitas dan proses di sekolah dipindahkan ke rumah. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah untuk tetap menunjukkan eksistensinya dan bisa menyajikan segala program terbaik untuk siswa.

Mewujudkan kedua hal tersebut tentu tidak mudah. Kreativitas dan semangat pantang menyerah sangat diperlukan di dalamnya. Tidak hanya untuk guru dan semua tenaga pendidik, tapi juga seluruh siswa perlu berjuang bersama. Segala rintangan dan keterbatasan yang dihadirkan pandemi manjadi pemacu tersendiri untuk tetap bertahan. Alhamdulillah, SMA Athirah Bone bisa melewatinya dengan baik.

Kedua buku tersebut, yang merupakan antologi puisi dan cerpen, menjadi salah satu bukti dari keberhasilan sekolah melewati masa-masa sulit pandemi. Karya tersebut merupakan buah dari salah satu program menulis yang diadakan sekolah. Program yang dikemas dalam bentuk proyek ini ditujukan kepada siswa kelas XII dan mereka menyelesaikannya selama belajar dari rumah. Dalam prosesnya,  mereka ternyata cukup kreatif dan bisa menghasilkan beberapa jenis tulisan. Selain antologi, ada juga yang menulis karya ilmiah dan modul KSN. Total  buku yang dihasilakn bersama dari beberapa jenis tulisan tersebut ada tujuh buah.

“Mewakili sekolah, kami sangat mengapresiasi karya siswa. Kami sangat bangga dengan hasil tulisan mereka. Karya ini menjadi saksi betapa mereka tidak menolak menyerah dengan keterbatasan akibat pandemi. Mereka bisa menghasilkan karya yang baik dan membanggakan. Ini wujud kreativitas di tengah keterbatasan,” ungkap Syamsul Bahri, S.Pd.I., M.Pd.

“Program menulis memang merupakan salah satu kegiatan yang wajib ada di Athirah Bone. Siswa bisa melatih daya kritisnya, imajinasinya, kreativitasnya, dan lain sebagainya melalui tulisan.  Menulis menjadi bekal bagi siswa untuk cakap berliterasi. Selain itu, pengalaman menulis yang didapatkan menjadi bekal mumpuni saat mereka berada di perguruan tinggi. Tahun ini, tentunya program serupa akan tetap ada dan siswa kembali ditantang untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik lagi. Tidak hanya itu,  gurupun perlu menghasilkan tulisan. Kita tunggu rilis karyanya bersama,” tambahnya. 

Terlepas dari hal tersebut, semoga program ini menjadi salah satu jalan yang mengajarkan siswa untuk senantiasa berkarya dan menebar kebaikan melalui tulisan. Karena dengan menulis, semuanya akan abadi sebagaimna yang disampaikan oleh Pramoedya Ananta Toer, “Menulislah maka kamu akan abadi”.

Andi Reski Citra Rahmayani, S.Pd.

Previous PostPeringatan Maulid di Athirah Bone; Menggali Nilai-nilai Uswah Nabi Saw Ketika Ummat Menjauh dari Nilai Islam
Next PostFinalis FLS2N Tingkat Nasional dari SMP Islam Athirah Bone Isi Kelas Inspirasi Siswa Sekolah Dasar