image

Sosok Pembimbing Medalis Nasional SMP Islam Athirah Bone; Ingin Jadikan Matematika Pelajaran Favorit Semua Siswa

SMP Islam Athirah Bone terkenal dengan deretan prestasinya. Salah satu yang terbaru adalah medali perunggu Cabang Matematika terintegrasi Kompetisi Sains Madrasah tingkat Nasional 2022 yang diraih pada pertengahan Oktober 2022 oleh Ahmad Ibrahim. Di balik deretan kilau prestasi tersebut satu nama yang punya peran besar adalah sosok pembimbing. Salah satunya adalah pembimbing Ekskul Matematika yang telah membuktikan prestasinya di berbagai ajang, baik lokal, regional, hingga nasional.


Nama Lengkapnya adalah Fitria Hafid. Ia kerap disapa Bu Fitri. Gadis kelahiran Pakewa, Enrekang 30 tahun silam tersebut tiga tahun terakhir setia mendampingi anak-anak didiknya di kelas Matematika SMP Islam Athirah Bone. Saat ini alumni jurusan pendidikan Matematika UNM Makassar tersebut aktif mengajar di SMA Islam Athirah Bone, di Kelas X dan XII. Selain itu, Alumni SMAN 1 Anggeraja tersebut diamanahi sebagai Wali Kelas XII Al Wajid.

Tercatat, Bu Fitri sudah enam tahun mengabdi di Sekolah Islam Athirah, mengawali karirnya sebagai guru  di Athirah 1 Makassar sejak 2016, kini ia fokus mengajar di unit SMA Bone sejak tahun 2020 hingga saat ini. 

Ketika diwawancarai terkait prestasi anak didiknya, Ahmad Ibrahim, perempuan yang menjadikan mengajar adalah hobinya tersebut sangat bersyukur atas prestasi tersebut. Menurutnya, usaha keras anak-anak didiknya membuahkan hasil. Selain itu ia bangga dengan raihan tersebut karena selain berikhtiar, Ibrahim juga tak pernah berhenti berdoa demia medali pertamanya di tingkat nasional. Tidak lupa ia bersyukur atas dukungan penuh dari sekolah untuk para siswa meraih prestasi maksimal di ajang KSM.

“Alhamdulillah mereka memberikan medali tuk sekolah.. alhamdulillah terbayar segala usaha kerasnya mereka. Terkabul doa-doanya.. Intinya sangat bersyukur atas capaian anak-anak. Athirah juga luar biasa mendukung mereka. Anak-anak setelah ada pengumuman lolos Nasional dikarantina lagi, bahkan didatangkan pembimbing dari luar juga,” Ungkapnya.

Ketika ditanya tentang pelajaran yang digelutinya saat ini, ia menyampaikan bahwa mindset matematika adalah pelajaran yang sulit itu tidak sepenuhnya benar. Hal ini menurutnya mungkin karena orang-orang yang berpendapat demikian belum mengenal matematika lebih dalam. Ia sendiri merasa bahwa matematika adalah pelajaran yang selalu membuatnya penasaran. Semakin sulit soalnya, semakin penasaran ia memecahkannya.

“Bisa dibilang memang sulit tapi mungkin  bagi orang-orang yang belum mengenalnya lebih dalam. Tapi kalo sudah kenalan lebih dalam, sulitnya belajar Matematika akan jadi sesuatu yang bikin tambah penasaran,” Ujar perempuan yang saat kecil bercita-cita menjadi astronot tersebut.

Suka duka mengajar di Athirah, menurut Bu Fitri lebih banyak sukanya dibanding dukanya. Sukanya karena seru mengajar siswa dan berbagi ilmu dan cerita. Selain itu, semua rekan kerja sangat dekat dengannya dan sudah dianggap seperti keluarga.

Salah satu hal yang menjadi dukanya mengajar di sekolah Pak Jusuf Kalla tersebut adalah harus jauh dari orang tua dan kampung halaman. Apalagi menurutnya sulit untuk pulang karena kendaraan ke Enrekang tidak setiap saat tersedia. Sosok yang mengabdi di Athirah Bone sejak tahun 2020 tersebut punya impian yang sampai saat ini masih ia terus perjuangkan, yaitu membuat semua siswa menjadikan matematika pelajaran yang disukai.

“Banyak banget sukanya, Pak. Seru aja karena bisa ngajar anak-anak dan berbagi cerita. Selain itu guru-guru semuanya dekat banget sudah seperti keluarga. Kalau dukanya, ya itu. Jauh dari kampung dan orang tua. Mobil juga susah kalau mau ke Enrekang. Kalau impian yang belum terwujud itu, semoga bisa menjadikan matematika pelajaran yang disukai semua siswa,” Harapnya menutup sesi wawancara. Nurholis_Tim Athirah Web (ig: @nurholismuh)




Previous PostField Trip Environment Village Observation SMP Islam Athirah Bukit Baruga
Next PostTim Basket Athirah Bone Gelar Eksibisi Jamu Tim BBC Bone