image

Satu Forum Dengan Tokoh-Tokoh Nasional, Wadir Sekolah Islam Athirah Sampaikan Konsep Spiritualisasi Mapel

Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah 3, Syamsul Bahri, S.PdI.,M.Pd.  berkesempatan menjadi pembicara bersama beberapa tokoh nasional diantaranya Ustad Bachtiar Nasir, KH. Zaitun Rasmin, Prof.Dr. Hamid F. Zarkasyi, M.Phil, Dr. Edi Sutarto, M.Pd., Ustad M.Fauzi Adil, dan DR. Dede R. Misbahul Alam, M.Pd. dalam Webinar bertajuk “Pendidikan Online untuk Anak beradab” pada hari Kamis pukul 19.30 Wita. 

Kegiatan yang disiarkan langsung melalui kanal youtube MIUMI TV, AQL Islamic Centre, dan Bachtiar Nasir Official Channel membahas tentang permasalahan seputar pendidikan karakter anak selama masa pandemic.

Tampil sebagai salah satu pembicara, Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Bone tersebut menyampaikan tentang Konsep Spiritualisasi Mapel dan Pemanfaatan IT dalam mengawal karakter siswa selama masa pandemic. 

Saat ini keluarga seakan belum siap menerima kondisi pandemic mengingat sebelumnya, karakter sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. Maka solusinya adalah komunikasi yang intens antara sekolah dan rumah menjadi penting sekali untuk dibangun dan diperkuat. Agar pada sisa-sisa tenaga yang ada perlu ada power untuk mendidik anak anak dengan dibangunnya komunikasi intens antara guru dan orang tua yang ada di rumah. Hal ini  menjadi penting dan sangat mendasar untuk dilakukan 

Membenahi kurikulum agar tidak hanya berorientasi pada akademik tetapi lebih kepada penguatan  adab anak, penguatan karakter dan pembentukan kepribadian. Caranya adalah menjadikan alquran menjadi core curriculum, Kurikulum yang utama.

Cara mengajarkannya adalah dengan menerapkan pada semua mata pelajaran agar  berbicara dan bersumber dari bahasan alquran (Spiritualisasi pembelajaran).  Semua mata pelajaran menyandarkan bahasannya dari kajian alquran, sunnah, maupun sirah nabawiyah, sehingga ruh pendidikan tetap didapatkan meski online. Sebagaimana kita tahu bahwa semua guru berbicara tentang adab yang sumbernya dari alquran.

Karena kita tergantung pada IT maka perlu dimanfaatkan dengan baik. Athirah Bone mencoba mengembangkan karakter anak melalui platform IT untuk menanamkan dan memantau karakter anak meski belajar dari rumah.  Platform google form yang dapat Tetap memantau amalian-amaliah dari siswa. Yang tercatatat, terlapor bahkan lengkap dengan dokumentasinya. 

Hal ini kemudian bisa direkap setiap bulannya dan hasilnya didiskusikan bersama antara sekolah dan orang tua. Sehingga tetap ada kontrol terhadap amaliah-amaliah harian dari siswa di rumah. Sehingga pendidikan adabnya tetap siswa bisa dapatkan.

Konten yang ada di dalamnya bukan hanya tentang ibadah tetapi juga tentang birrul waliadain, selain itu ada juga aktivitas sosial yang mereka lakukan. 

Basis pembelajaran di masa pandemi ini adalah pembelajaran yang berpusat pada aktivitas. Berbasis pada project, berbasis pada masalah. Tidak melulu tentang mengejar target akademik karena hal itu sulit diwujudkan. Mengingat di masa normal pun target akademik sulit dicapai maka saat ini perlu skala prioritas. Oleh karena itu dirasa perlu dukungan teknologi untuk menanamkan adab dan karakter pada anak yang dikreasikan sesuai kebutuhan dari sekolah masing-masing.

Rasanya ini yang bisa dilakukan agar berbagai kendala dari orang tua yang mendampingi anak dari rumah bisa teratasi. Kualitas keluarga perlu ditingkatkan,  sekolah pun demikian ada banyak hal yang harus ditata kembali

“sekolah yang hanya ampuh sampai batas pagarnmya perlu evaluasi mendasar, ketika sekolah sudah tidak lagi mempunyai kekuatan saat anak-anak liburan sesungguhnya ada yang perlu ditata dari sekolah tersebut,” Ujar pria kelahiran Bone yang menjadi salah satu pionir berdirinya SMP-SMA Islam Athirah Borading School Bone tersebut. Nurholis_tim Web Athirah (@nurholismuh)


Previous PostFriendly Talk bersama Native Speaker, Fasilitasi Guru SD Islam Athirah 1 Makassar Pandai Berbahasa Inggris
Next PostSD Islam 1 Makassar Tingkatkan Spiritual dan Kembangkan Profesionalitas Melalui Sharing Session