PELAYAN PENGABDI
Kondisi saat ini, bagi petugas layanan tidak
hanya cukup dengan memberi rasa puas atau kepuasan kepada pelanggan atas
layanan yang diberikan, tetapi perlu menjadi pelayan pengabdi. Siapa pelayan
pengabdi itu?, ialah mereka yang selalu memberi layanan secara istiqomah dan
sepenuh hati. Tujuannya adalah untuk terjalinnya hubungan yang setia dalam jangka
panjang. Untuk itu sangat diperlukan
kecerdasan emosi dan kecerdasan sosial sehingga akan melahirkan motivasi dan
empati serta semangat yang pantang menyerah dalam menghadapi pelanggan dengan
tipe apapun.
Dalam suatu kisah menarik, disuatu awal malam,
tepatnya habis magrib, seorang tua
renta yang lagi musafir singgah di salah
satu rumah perkampungan yang cukup sederhana, dimana rumah-rumah penduduk
beratapkan rumbia dan dinding dari Kamacca (anyaman bambu). Kemudian sang tua
renta bertanya sama yang punya rumah
“saya lihat semua rumah warga tertutup pintunya dan tdk ada pelita yang
menyala, hanya rumah anda yang menyala pelitanya, bisakah saya singgah menginap
semalam untuk melanjutkan perjalanan esok paginya lagi?”. Kebetulan yang tinggal di rumah itu pasangan
pengantin baru yang hanya tinggal sementara di rumah pamannya yang lagi pergi
merantau.
“Semua rumah rata-rata tutup krn takut dengan
pendatang baru dan warga cepat tidur, tapi saya tdk sampai hati membiarkan
kakek nenek ini dibaluti dinginnya
malam, dan ronrongan anjing malam, saya persilahkan kakek nenek nginap di rumah
kami tapi beralaskan tikar saja karena saya tidak punya kasur yang empuk” jawab
pasangan pengantin baru ini. Akhirnya raut bersambut, kakek nenek inipun
mengangguk menandakan siap nginap dengan segala bentuk kesederhanan rumah itu.
Di keesokan paginya, kakek nenek inipun
berpamitan dan segera melanjutkan perjalanannya. “Anda sangat baik sekali telah
mempersilahkan saya menginap di rumah yang sangat menyenangkan ini, walaupun
saya tidur diatas tikar tapi tidur saya nyenyak sekali, terima kasih juga atas
sarapan kue bandang-bandangnya ditemani dua gelas teh hangat”. Sebelum
beranjak, kakek nenek inipun memotivasi pasangan muda tersebut, “kamu sudah
memberi layanan terbaik kami berdua, anda adalah pelayan pengabdi, semoga kelak
saya bisa mengundang anda untuk ke rumah saya di kota”.
Secarik kisah Daeng Bundu bertemu dengan
pasangan muda tersebut yang berjiwa melayani dengan kesungguhan hati yang dalam
bisa menjadi inspirasi yang sangat
mencerahkan bahwa pasangan muda ini hidup ditengah masyarakat mampu berdamai
dengan dirinya dan lingkungannya serta kepada sang maha pencipta.
Pasangan muda tersebut telah membumikan Allah
pada dirinya, sehingga segala bentuk layanannya kepada siapapun senantiasa
didasari karena Allah. Inilah sosok pelayan pengabdi yang tidak akan pernah
membedakan orang lain di sekitarnya. Pasti ia punya sahabat yang banyak,
tetangga yang ceriah dan bersahaja karena ia hadir maka orang lain merasa
senang. Biasanya orang seperti ini, senantiasa juga dimudahkan urusan dan rezekinya karena banyak orang yang mendoakannya lebih
baik. Bukan hanya saat mau bertemu dengan tuhannya melalui ibadah ia baru
menghadirkan Allah pada dirinya tetapi pada kondisi apapun.
Satu tahun kemudian, pasangan muda ini diundang
ke kota oleh kakek nenek yang pernah numpang bermalam di rumahnya melalui
sepucuk surat disertai sewa mobil untuk angkutan kota. Iapun beranjak ke kota
dengan mobil Panther antar kota. Tiba disalah alamat rumah yang tertulis di
surat tersebut. Pasangan muda ini sangat kaget keheranan karena rumah kakek
nenek ini sangat bagus untuk tipe sepertinya dari desa. Kakek nenek
menyambutnya juga dengan sangat ramah.
“Silahkan masuk, dan anggaplah rumah sendiri”. Iapun diajak melihat-lihat rumah
ini dari kamar ke kamar sampai ke dapur. Rumah ini tipe 70 dengan 3 kamar dan
dan 2 toilet dilengkapi perabot yang sangat bagus.
“Ini adalah janji saya kepada anda, agar suatu
saat bisa bertemu dan berbagi juga, rumah ini saya berikan kepada anda, semoga
bisa ditinggali dan dirawat dengan baik”. Ujar sang kakek nenek ini. Pasangan
muda ini dengan senang hati dan rasa syukur yang tinggi ia menerima pemberian
kakek tersebut sambil sujud syukur ke lantai.
Ada hikmah dari cerita pasangan muda dan Daeng Bundu sang’ kakek nenek tersebut bahwa Hadirkan Allah dalam sanubari, dan jangan pernah berhenti berbuat baik kepada siapapun karena bisa saja kebaikan kita adalah pintu rezeki yang diberikan Allah melalui orang lain yang baik hati. Terus jangan pula berhenti membantu orang lain, karena bisa saja itu adalah pintu untuk mendapatkan rahmat Allah.

