Raih Juara KTI dan Debat, SMA Athirah Bone Buktikan Kemampuan Berpikir Kritis dan Keterampilan Berbahasa
SMA Athirah Bone kembali mengukir prestasi. Kali ini di bidang bahasa. Melalui lomba yang dihelat oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, UNM, Siswa SMA Athirah Bone sukses meraih hasil terbaik.
Lomba yang bertajuk Olimpiade Pendidikan Bahasa dan Pekan Pujangga se-Sulawesi, Athirah Bone mengutus masing-masing dua tim untuk mengikuti lomba KTI dan Debat. Pada lomba KTI, peserta ditantang untuk membuat sebuah karya ilmiah dan dipresetasikan di hadapan dewan Juri.
Widitra Darwis, salah satu utusan SMA Islam Athirah Bone pada lomba KTI mengaku sangat bahagia bisa mengikuti lomba tersebut. Ia merasa mendapat banyak pengalaman dan mendapatkan wadah untuk mengasah keterampilan berbahasanya.
“Kesannya tentu sangat senang, lumayan tidak menyangka bisa lolos ke babak final karena pesaingnya cukup banyak. Selain itu, yang tak kalah menyenangkan juga, kami mendapat banyak pengalaman melalui lomba ini dan itu pelajaran yang sangat berharga,” tuturnya saat diwawancarai melalui pesan whatssapp.
“Keterampilan berpikir kritis menjadi bekal utama dalam mengikuti lomba ini. Kami ditantang untuk mencari solusi terhadap masalah yang ada, terutama yang menyangkut kehidupan orang banyak. Kemampuan mengembangkan ide menjadi sebuah inovasi yang tentu tidak mudah juga sangat dituntut dalam lomba ini. Selain itu, meyakinkan dewan juri akan karya ilmiah yang ditulis melalui presetasi pun tak bisa dianggap remeh. Peserta setidaknya memiliki kemampuan berbicara yang baik. Namun, alhasil kami sangat bersyukur karena bisa menjadi pemenang,” tambahnya.
Melalui KTI yang berjudul UMKM Membaca : Peningkatan Literasi Digital dan Literasi Keuangan Pelaku UMKM Dalam Mendorong Kemajuan Industri Kreatif di Indonesia Melalui Platform Berbasis Digital di Masa Pandemi Covid-19, TIM A sukses meraih juara satu. Adapun TIM B dengan KTI BATASA.ID (Bahasa Identitas Bangsa) : Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Optimalisasi Fungsi Teknologi Informasi (Internet) Dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Peserta Didik di Masa Covid-19 meraih juara ketiga
Senada dengan peserta KTI, Aditya Pratama, yang akrab disapa Adit, salah satu perwakilan lomba debat juga membeberkan pengalamannya. Dalam lomba debat yang membutuhkan analisis tajam serta penguasaan mosi yang utuh, Adit merasa sangat bersyukur karena selalu dibekali kemampuan melalui latihan-latihan yang intens.
“Melalui lomba debat ini, kami banyak mendapat informasi dan fenomena dalam dunia sastra Indonesia, utamanya mengenai status bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Hal yang tak kalah pentingnya, melalui debat kami bisa mengasah keterampilan berpikir kritis juga keterampilan berbahasa, khususnya berbicara. Apalagi seblum lomba kami senanstiasa mendapatkan latihan-latihan yang intens bersama pembimbing,” Tuturnya yang juga diwawancarai melalui pesan Whatsapp.
Meski sedikit meleset dari target, ia bersama temannya merasa bersyukur bisa meraih juara ketiga.
“Kami bersyukur berada di posisi ketiga. Mengingat saat berlaga di semi final, yang berlangsung secara daring, kami mengalami kendala teknis meski telah dipersiapkan dengan baik. Sepertinya juara tersebut merupakan hasil terbaik buat kami sekaligus menjadi pelajaran buat ke depannya agar bisa lebih meningkatkan kemampuan diri,” Terangnya
Pada akhirnya capaian para siswa dalam lomba tersebut membawa citra positif bagi nama Sekolah Islam Athirah Bone. Semoga para siswa senantiasa mengukir prestasi dan menjadi bekal tersendiri menggapai impian sekolah, melahirkan pemimpin masa depan. Jaya selalu Athirah Bone.
A.Reski Citra Rahmayani, S.Pd.

