Awali Pembelajaran Tahun 2021/2022, Kelas X SMA Islam Athirah 1 Makassar Gunakan Kurikulum Sekolah Penggerak
SMA Islam Athirah 1 Makassar yang terpilih sebagai salah
satu pelaksana Program Sekolah Penggerak mengawali proses pembelajaran bagi
siswa kelas X di bulan Juli 2021. Untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan ada
16 SMA yang lolos dari 382 SMA se-Indonesia pelaksana Program Sekolah
Penggerak.
Wakasek Kurikulum SMA Islam Athirah 1 Makassar, B.J.
Gunawan, S.Pd., M.Pd. menyampaikan kondisi awal PBM dalam penerapan Kurikulum Sekolah Penggerak.
“Dari sisi kurikulum belum terbaca kendala di standar
prosesnya. Hanya persiapan seperti modul ajar asesmen doagnostik yang sementara
masih berlangsung,” ujarnya, Jum'at (30/07/2021).
Mengawali pembelajaran di kelas X awal bulan Juli ini beberapa
pendapat dikemukakan oleh para guru maupun siswa terkait arah perubahan
pembelajaran dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Sekolah Penggerak.
Ary Ayu Astuty, S.Pd. salah satu guru mata pelajaran IPA
Terpadu (Kimia) di kelas X menyampaikan dalam pelaksanaan PBM untuk IPA terpadu
di semester ganjil ini akan ada proyek dan diupayakan semua mapel bisa
bergabung dalam proyek tersebut.
Dari perwakilan Wali Kelas (Walas), Isnada Nasrullah, S.Pd.
(Walas X.1 Al-Awwal) yang dihubungi melalui WhatsApp mengemukakan pendapatnya mengenai
beberapa perubahan terkait peraturan kelas.
“Untuk kurikulum baru ini lebih mengutamakan kebebasan anak
dalam belajar. Kalau dulu segala peraturan kelas dibuat oleh guru kemudian
disampaikan ke siswa untuk dilaksanakan. Untuk saat ini yang dibuat adalah
kesepakatan kelas, yaitu walas dan anak wali saling berdiskusi untuk melahirkan
kesepakatan yang kemudian dipatuhi bersama,” ujar Isnada yang akrab disapa Bu
Nada.
Bu Nada juga menambahkan dalam hal penentuan jurusan di
kelas XI, beberapa siswa yang bertanya mengenai penjurusan diberikan penjelasan dan pemahaman bahwa di kelas X terlebih
dahulu adalah pengenalan bakat dan penjurusan di SMA tersebut adalah dasar
untuk memilih jurusan yang tepat nantinya di perguruan tinggi.
Walas X.4 Al-Azhiim, Jumarni, S.Pd. Gr. juga menyampaikan
beberapa hal terkait peran penting walas dalam Kurikulum Sekolah Penggerak ini.
“Dalam
kurikulum baru ini, walas memiliki peran yang sangat penting dalam mengarahkan
dan mendorong anak walinya dalam mengenal diri sendiri (mengetahui kemampuan
dan kebutuhan diri dalam belajar). Selain itu walas juga berperan penting dalam
menanamkan karakter positif. Sehingga walas perlu meningkatkan intensitas
komunikasi dengan anak walinya. Di masa pandemi ini, komunikasi yang lebih
sering digunakan adalah secara virtual. Tujuan jangka pendek dari peran penting
walas tersebut adalah agar anak mampu mengetahui jurusan yang akan diambil kelak
di kelas XI,” ucapnya.
Beberapa siswa kelas X yang dimintai tanggapannya memberikan
respon positif terkait penentuan jurusan yang akan dilaksanakan di kelas XI.
“Penjurusan IPA/IPS di kelas XI bertujuan agar lebih
mempermudah untuk masuk ke fakultas yang diinginkan di universitas pilihan
siswa dan mempermantap pelajaran di jurusan tersebut. Tujuan lainnya adalah agar
di kelas X pemahaman kita terhadap semua pelajaran lebih matang lagi dan tidak
labil nantinya dalam memilih jurusan,” kata Alyqah Batari Maharani dari kelas X.4 Al-Azhiim.
“Menurut saya, penjurusan
di kelas XI bagus supaya lebih mantap dalam menentukan pilihan untuk kuliah
nanti. Jadi selama setahun ini ada waktu untuk melihat kemampuan diri dan juga
berdiskusi dengan keluarga (ortu),” ujar Keihan Pradika Muzaki dari kelas X.4
Al-Azhiim.
“Menurut saya, bagus penjurusan di kelas XI karena kita bisa
tahu dengan betul ke mana minat dan bakat kita. Di kelas X bisa dijadikan
pengenalan tentang kemampuanta dan lebih tepat memilih langkah untuk kuliah di jurusan
apa. Karena jangan sampai memilih IPA sejak awal tapi ternyata bakatnya ada di IPS
dan berakhir pindah jurusan saat di perguruan tinggi,” ucap Muh. Rif’an Walid
Rahman dari kelas X.4 Al-Azhiim.
Penulis: Yusminiwati (Tim Humas SMA Islam Athirah 1 Makassar)

