Hiruk Pikuk Pekan Perdana Tahun Ajaran BDR Sekolah Islam Athirah Bone
Tahun
ajaran baru 2020/2021 telah berjalan selama sepekan di Sekolah Islam Athirah
Bone. Berbagai program kegiatan yang telah direncanakan saat rapa kerja secara
bertahap mulai dilaksanakan. Seperti biasanya, program yang berkaitan dengan
pederta didik baru menjadi perhatian utama. Mulai dari pelantikan beberapa
pemangku jabatan, baik dari kalangan peserta didik maupun guru.
Breafing
pagi melalui aplikasi temu virtual yang dilaksanakan pada hari senin, 20 Juli, menjadi
agenda perdana pada tahun ajaran baru kali ini. Seluruh guru, karyawan, dan
siswa diminta untuk ikut bergabung, termasuk juga siswa baru. Pelantikan beberpa
pemangku jabatan menjadi acara krusial dalam pelaksanaan breafing pagi tersebut. Pelantikan pertama melibatkan Mustafa, S.
Pd., Yuliana, S. Pd., dan Aldi Renaldi, S. Pd. Mereka bertiga secara resmi
dilantik menjadi Majelis Pembina Organisasi pada tingkatan SMA. Berikutnya,
nama Arfina Arif, S. Pd., Sapriadi, S. Sy., dan Sukipli HB, S. Pd., dilantik menjadi
Majelis Pembina Organisasi pada tingkatan SMP. Keenam pemangku jabatan tersebut
secara resmi dilantik oleh Wakil DIrektur Wilayah tiga, Syamsul Bahri, S. Pd.
I.
Pelantikan berikutnya dibacakan oleh
Waka bidang Kesiswaan Sekolah Islam Athirah Bone, Andi Eva Rugmana, S. Pd. Pelantikan
ini bertujuan untuk melantik dan memperkenalkan siswa yang mendapatkan amanah
untuk menjadi Majelis Perwakilan Kelas (MPK) untuk mengawasi dan mengevaluasi
kinerja dari Pengurus Osis. Nama Waldi Wardana, siswa kelas XII Al Haadi dan
Chiva Az-Zahrawani secara resmi dilantik untuk menjadi Ketua MPK untuk
tingkatan SMA dan SMP.
Pelantikan ke tiga ditujukan untuk
pemangku jabatan Osis untuk periode baru. Nama Fatan Reski dan Ahmad Ardiansyah
secara resmi diangkat menjadi Ketua Osis untuk tingktan SMA dan SMP. Ikrar sumpah
yang dikomandoi oleh Kepala SMA Islam Athirah Bone terdengar cukup sacral saat
para pengurus Osis yang telah dilantik mengucapkan sumpah.
Agenda
berikutnya diperuntukkan kepada para siswa baru SMP SMA Islam Athirah Bone. Walaupun
masih dalam staus siaga pandemi dan tetap memanfaatkan aplikasi temu virtual,
pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah tetap diupayakan untuk berjalan
seefktif mungkin. Panitia yang terdiri dari beberapa guru, MPO, dan Pengurus
Osis yang baru saja dilantik melaksanakan rangkaian Pengenalan Lingkungan
Sekolah (PLS) dengan penuh semangat. Tim kemanan yang terdiri dari pengurus
Osis menjadi garda terdepan untuk memastikan para peseta PLS tetap aktif di
hadapan kamera masing-masing untuk mengikuti rangkaian materi PLS. pelaksanaan
PLS berlangsung selama tiga hari, yakni tangal 20-23 Juli 2020. Materi PLS dimulai
dengan pengenalan Guru, karyawan, dan Pengurus OSIS dan dilanjutkan dengan
beberapa materi yang diefektifkan dalam masa tiga hari tersebut. materi-materi
penting seperti Keathirahan, Orientasi Kurikulum, Tata tertp Sekolah dan Asrama,
Cara Belajar Efektif, Antibullying, 5R dan 5S, Pembinaan Mental dan Agama, dan
juga Orientasi Ekstrakulikuler, menjadi materi yang dipandang cukup perlu
menjadi wawasan awal para siswa baru untuk mengenal Sekolah Islam AThirah Bone.
Walapun dilaksanakan via aplikasi temu virtual, antusiasme para peserta PLS tetap
tinggi. Hal tersebutlah yang membuat para panitia memutuskan untuk tiga peserta
PLS terbaik, yakni Muh. Daffa Intanio Mahmud, Fatimah Azzahra, dan Syalinni
Deadripa, untuk tingkatan SMA. Sedangkan untuk tingkatan SMP,a. alifa Naila,
Andi Muhammad Mundzir, dan Aqila Syamsi. Mereka dipilih sebagai peserta PLS terbaik
karena memenuhi indicator keaktifan dalam mengemukakan pendapat dan pertanyaan,
kedisiplinan dalam mengikuti aturan PLS, dan penguasaan materi yang baik.
“Banyak
hal yang saya dapatkan dari PLS ini. Meskipun PLS kali ini harus dilaksanakan
secara daring atau tatap maya,, namun saya rasa hal itu tidak menjadi
penghalang. Kita tetap bisa mengenal sekolah lebih dekat layaknya kita ada
disana. Selain itu materi materi yang diberikan selama PLS juga sesuai dengan
keadaan sekarang dan tentu akan sangat berguna ketika kegiatan BDR atau belajar
dari rumah ini dilaksanakan. Dan juga selama PLS ini berlangsung kita bisa
mengenal teman se angkatan kita nanti disekolah.” Pendapat dai Alif Ahmad
Fauzan, siswa kelas X AL Fattah
“Assalamualaikum
wr.wb. Saya Mahamalyka Nadia Tenripali Mujaddida ingin menyampaikan testimoni
saya tentang kegiatan PLS Sekolah Athirah Bone. Jadi, PLS tahun ini adalah PLS
pertama saya dengan metode daring dan juga mungkin untuk semua siswa baru.
Dimana kami siswa baru tidak bisa bertemu langsung untuk saling mengenal dan
berinteraksi satu sama lain. Dan hal ini tentu terasa berbeda dibanding jika
PLS dilakukan dengan metode seperti biasanya, tetapi kakak-kakak panitia mampu
membangun suasana dan mengarahkan agar PLS ini dapat berjalan dengan lancar,
serta guru-guru yang mampu menyampaikan materi dengan sangat baik dan jelas
sehingga saya selaku siswa baru dapat menambah ilmu juga lebih mengenal tentang
lingkungan Athirah Bone.” Ungkap Mahamalyka Nadia Tenripali Mujaddida
Setelah
rangkaian PLS selesai, pada hari Kamis, 24 Juli 2020, mereka sudah memasuki
pertemuan perdana dengan para guru untuk memulai pembelajaran. Tentunya masih
berstaus Belajar dari Rumah (BDR). Pada pertmuan perdana tersebut, para guru
lebih berfokus untuk membahas sesi perkenalan dan kontrak belajar antara siswa
dengan guru. Beberapa siswa mengagaku tak sabar ingin segera berhenti belajar
dengan suasana pandemic saat ini dan ingin segera bersekolah dengan gaya normal
kembali karena sudah sangat penasaran dengan sekolah baru mereka, Sekolah Isla
Athirah Bone.
Selain program sekolah, beberapa
program asrama pun sudah mulai dijalankan. Pengontrolan salat tahajjud, tadarrus,
dan tahfidz diupayakan berjalan seperti saat kondisi normal. Namun, program
tadarrus dianggap sebagai program yang paling berkesan bagi para siswa dan
orang tua, terutama siswa baru. Pelaksanaan tadarrus setelah salat magrib
dilakukan oleh siswa dan didampingi langsung oleh kedua orang tua mereka. Kedekatan
antara orang tua dan anaknya menjadi salah satu poin positif yang ditimbulkan
oleh masa pandemic kali ini. Hal ersebutlah yang mendasari para pengajar Al
Quran di Sekolah Islam Athirah untuk menerapkan inovasi tersebut.
“Alhamdulillah
dgn mengaji bersama kami merasa lebih dekat tenang dan dekat dgn anak,
sekaligus kami sama sama belajar dg ilmu yg ustadz ajarkan selama beberapa hari
ini, syukron ustadz.” Pendapat dari salah satu orang tua dari Syaakilah Nurul
Aulia kelas VII Ar-Rahim

