Musim Hujan di Tengah Pandemi
Sudah hampir setahun Indonesia mengalami pandemi Covid 19 dan mengharuskan semua masyarakat untuk mengikuti aturan pemerintah yaitu mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Pandemi ini pun mengharuskan semua karyawan untuk bekerja dari rumah bekerja dari rumah termasuk dunia pendidikan. Tidak ada yang pernah membayangkan bahwa kami yang berprofesi sebagai guru akan mengajar secara virtual. Semua aktivitas yang kami lakukan dikerjakan dari rumah dan dilaporkan secara virtual.
Aktivitas normal seperti check lock, breafing pagi hingga pembelajaran di dalam kelas harus dilakukan secara virtual. Jika sebelumnya kami harus bergegas untuk berangkat dengan harapan tiba di sekolah sebelum pukul 07.15. Saat ini kami tidak perlu lagi melakukan aktivitas itu. Cukup duduk depan laptop on time di pukul 07.00 dan menunggu link breafing di share di group dan kami bisa bergabung untuk kegiatan breafing pagi.
Awalnya ini terasa tidak enak, bahkan menyedihkan. Biasanya kami berkumpul di ruangan breafing saling menyapa dan terkadang ada yang membawa buah tangan dari rumah namun keadaan ini harus diterima. Setelah melalui masa-masa itu akhirnya kami pun terbiasa dengan kondisi virtual setiap hari.
Saat musim hujan tiba, rasa syukur itu pun tak henti hentinya tercurah. Bagaimana tidak, dengan kondisi seperti ini dimana Kota Makassar yang mulai diguyur hujan dari awal desember 2020 hingga saat ini dengan intensitas tinggi sepanjang hari.
Saat sebelum pandemi setiap pagi kami berangkat ke sekolah dengan guyuran hujan lebat dengan kondisi jalan yang licin harus berpacu dengan waktu untuk bisa sampai di sekolah sebelum 07.15. Begitu pula di jam pulang kantor kami harus menerobos kembali lebatnya hujan agar bisa pulang kembali beristirahat di rumah.
Beraktivitas di rumah disaat musim hujan kendala seperti terlambat datang ke sekolah pun sudah tidak terjadi lagi. Lagi – lagi semua yang terjadi ini bukan tanpa sebab melainkan atas campur tangan Allah sebagai pemilik sang hidup. “Tidaklah Allah menciptakan kejadian kecuali dengan Hikmahnya”. Dengan keimanan kita meyakini bahwa pandemi ini kehendak Allah Swt dan sudah diukur oleh Allah Swt dan Allah Swt tidak akan membebani umatnya kecuali sesuai dengan kesanggupannya.
Penulis : Nirwana, S.T.

