SEBULAN SEBELUM RAMADHAN
Hari
ini tanggal 13 Sya’ban 1442 Hijriyah/bertepatan dengan 27 Maret 2021 Masehi.
insyaAllah kalau tidak ada aral yang melintang kita semua akan memasuki bulan
suci ramadhan 17 hari kedepan. Namun
sebelum memasuki bulan suci ramadhan, alangkah baiknya kita semua mengetahui
kebiasaan-kebiasaan (sunnah) rasulullah di bulan Sya’ban berikut.
Pertama,
Rasulullah lebih mengintensifkan doa. Beliau di bulan Sya’ban banyak berdoa
dibandingkan dengan bulan lainnya. Salah satu doa yang masyhur di kalangan kaum
muslimin adalah Allahumma bariklanaa fi
rajab wa sya’baan waballighna ila ramadhan (Ya Allah berkahilah kami di
bulan rajab dan sya’ban, dan panjangkan usia kami sampai bulan ramadhan). Doa
ini mengisyaratkan bahwa rasulullah sangat antusias untuk memasuki bulan suci
ramadhan. Sebab beliau sangat paham apa yang terkandung di dalam bulan suci
ramadhan. Bahkan beliau pernah bersabda “ sekiranya umatku tahu apa yang
terkandung dalam bulan ramadhan, maka mereka pasti minta kepada Allah agar
semua bulan menjadi ramadhan”.
Kedua,
Rasulullah menambah volume puasa sunnahnya. seperti
dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, dia berkata,
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melaksanakan shaum sebulan penuh kecuali pada Ramadhan (puasa wajib), dan aku
tidak pernah melihat Rasulullah SAW memperbanyak shaum sunnah kecuali pada Syaban." (HR Bukhari Muslim)
Begitu pun dengan hadits dari Ummu Salamah, dia
mengatakan, "Nabi SAW dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain
pada bulan Syaban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan."
(HR. Abu Daud dan An Nasa'i)
Berpuasa pada Syaban sendiri memiliki keutamaan sebagai
bentuk persiapan sebelum memasuki Ramadhan. Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
dalam bukunya "Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji
(Fatawa Arkanul Islam)" menuliskan, bahwa Ahlul ilmi berkata,
"Puasa pada Syaban seperti shalat sunnah rawatib bila dibandingkan
dengan shalat wajib, dan puasa bulan Syaban seakan-akan menjadi muqaddimah bagi
puasa Ramadhan atau sunnah Rawatib-nya Ramadhan. Maka dari itu,
disunnahkannya puasa pada Syaban dan puasa enam hari pada Syawal diibaratkan
seperti shalat rawatib sebelum dan sesudah shalat fardhu.
Intinya puasa di bulan syaban adalah puasa pemanasan
sebelum memasuki puasa wajib bulan ramadhan. Bila seseorang terbiasa dengan
puasa sunnah di luar ramadhan, maka akan memudahkan baginya untuk berpusa di
bulan ramadhan. Namun ada ketetapan dari
para ulama bahwa tidak disunnahkan berpuasa sampai akhir bulan sya’ban. Harus
ada sela antara bulan ramadhan dan sya’ban.
Ketiga, menambah intesitas shalat sunnah. Dalam sebuah riwayat
disebutkan Aisyah Ra. Pernah mendatangi rasulullah pada saat sedang sujud lama.
Beliau menyentuh tangan rasulullah untuk memastikan apakah rasulullah masih
hidup atau sudah wafat. ini dimaksudkan antara lain karena di bulan ramadhan
disunnahkan menghidupkan malam-malam ramadhan dengan banyak melakukan shalat
sunnah seperti tarawih, tahajjud, taubat, dan sebagainya.
Keempat, memperbanyak taubat dan istighfar. Rasulullah
adalah manusia yang ma’sum (terjamin
dari kesalahannya). Akan tetapi beliau dalam sehari membaca istigfar dan
bertaubat 100 kali. Berbanding terbalik dengan sebagian umatnya yang mungkin
saja dalam sehari banyak melakukan kesalahan dan kekhilafan.Tentunya ini menjadi
tuntunan bagi umatnya agar membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan
sebelum memasuki bulan suci ramadhan. Sehingga kita semua datang ke bulan
ramadhan dengan suci dan meninggalkannya dengan suci pula. Kalau demikian
halnya maka termasuklah dalam golongan “seperti bayi yang baru lahir dari perut
ibunya”. Wallahu a’lam.
Penulis: Sage al Banna, S.Ag., M.Pd.

