image

Jawab Tantangan Wajib Menang dari Kepala Sekolah, Tim Debat Sma Islam Athirah Bone Tampil Hebat pada Ajang Perdana

Ekstakulikuler Debat SMA Islam Athirah Bone kembali menorehkan sebuah prestasi pada ajang kompetisi Idioma Fest 2022 yang dilaksanakan oleh Institut Teknologi dan Bisnis Kalla (ITB Kalla). Lomba yang diadakan secara langsung di lantai lima Nipah Mall sekaligus kampus ITB Kalla pada tanggal 16 dan 17 Juli 2022, menjadi sebuah ajang pembuktian dari tantangan yang dilayangkan kepala SMA Islam Athirah Bone, Syamsul Bahri, S. Pd.I., M. Pd kepada tim debat Athirah Bone.

Fatarsyah, Qonaah, dan Aulia Paramhita mengakui bahwa tantangan dari kepala sekolah berupa keharusan untuk menang merupakan sebuah motivasi yang luar biasa. Persiapan mereka yang hanya dua hari bisa dibilang persiapan yang sangat minim. Target mereka pun sebenarnya hanyalah mencari pengalaman karena lomba debat merupakan kompetisi yang baru bagi mereka. Tantangan yang diberikan oleh kepala sekolah sekaligus Wakil Direktur Wilayah 3 Sekolah Islam Athirah sempat dianggap sebagai tantangan yang tidak masuk akal. Akan tetapi, tatangan itulah yang kerap kali menjadi pendorong agar lebih mengoptimalkan waktu selama dua hari untuk berlatih.

“Kami mendapatkan syarat wajib ketika meminta izin untuk mengikuti lomba, yakni harus menang. Dengan persiapan minim, kami sempat berpikir kalau tantangan itu tidaklah masuk akal. Sejak awal, tujuan kami mengikuti lomba ini hanyalah mencari pengalaman tanpa target juara karena lawan kami merupakan tim dari sekolah-sekolah yang kerap kali jadi langganan juara kompetisi debat. Dengan modal nekat, kami mengiyakan syarat tersebut, tapi tetap berupaya dengan sangat maksimal merealisasikan tantangan yang kami terima walaupun hanya dalam waktu dua hari. Tantangan itu juga yang kerap kali menjadi pendorong semangat kami dalam berlatih,” tutur Fatarsyah selaku ketua tim yang beberapa waktu lalu sempat menjadi juara pada lomba orasi di sebuah ajang kompetisi.

Berhadapan dengan tim terlatih dari SMA Katolik Rajawali pada babak final, Fatarsyah dan kawan-kawan harus mengakui kekalahan mereka dan harus berbesar hati menerima hasil sebagai runner up. Akan tetapi, rasa syukur tetap dilantunkan oleh tim baru ini karena dengan status sebagai ‘pendatang baru’ dalam kompetisi debat, mereka mampu melaju sampai ke babak final dan menjawab tantangan yang mereka terima. Kompetisi ini akan menjadi kompetisi yang dianggap sebagai batu loncatan untuk menghadapi berbagai kompetisi debat berikutnya. Sebagai bentuk persiapan, mereka akan terus mengasah kemampuan debat melalui ekstrakulikuler debat yang dinaungi oleh SMA Islam Athirah Bone.

Taufiq Irham_Tim Athirah Web (IG: Taufiq_ir.)

Previous PostPembukaan MPLS 2022, Wadir Wil.III: Athirah Bone Harus Lebih Tangguh
Next PostPerketat Kedisiplinan dan Pengawasan Siswa, SD Islam Athirah 1 Makassar Lakukan Ini