image

Sentraku Tempat Kreativitasku

Guru TK Islam Athirah harus tetap beradaptasi dengan semua perubahan pada awal tahun pelajaran baru, termasuk sebagi pengampu sentra. Dari enam sentra (sentra persiapan, main peran, balok, bahan alam, seni,imtaq ddan main peran) yang ada di TK Islam Athirah 2, tahun ini saya diberi kepercayaan mengampu sentra Iman dan Taqwa atau yang biasa kami sebut sentra  Imtaq. Mengajar di sentra bukan hal baru bagi saya , namun di sentra Imtaq adalah tantangan tersendiri karena sebelumnya sudah terbiasa di sentra persiapan dengan permainan yang mengajak anak untuk mengenal huruf, kata, pola, maupun angka-angka. Mengajar di sentra imtaq saya awali dengan bismillah pada bulan juli lalu dan menerima sebagai pelecut diri mencari informasi, memperkaya diri dengan pengetahuan pendukung sentra imtaq. Membaca kembali buku-buku sentra dari pustaka pribadi dan mencari artikel yang berkaitan sentra imtaq.

Sentra Imtaq merupakan sentra yang memberi kesempatan kepada anak pembelajran nilai-nilai, aturan-aturan agama sehingga anak bisa mengembangkan keimanan dan ketaqwaan melalui pembiasaan sehari-hari melalui kegiatan main anak. Kegiatan main anak dapat berupa stempel huruf hijaiyah, mencocokkan gerakan shalat dengan tulisannya, menghubungkan waktu shalat dengan nama waktu shalat dan masih banyak lagi yang lainnya. Tujuan sentra ini adalah untuk membangun pemahamn anak tentang aturan agama dan bisa hidup sesuai dengan aturan agama tersebut. Menurut Wismiarti, “membangun pemahaman agama pada usia dini sangatlah penting, agar saat beranjak dewasa, anak bisa memahami apa peran dan manfaat yang bisa diberikan seseorang pada lingkungannya”.

Di TK Islam Athirah 2, sentra ini menyediakan berbagai mainan yang berkaitan dengan sarana-sarana ibadah dan aturan-aturan dalam beribadah misalnya mengajarkan doa sehari-hari, praktik shalat, praktik wudhu. Sentra ini juga  membangun keaksaraan melalui mainan berbentuk huruf-huruf hijaiyah, angka arab. Mengajar sentra imtaq atau di sentra manapun, tidak menjadi masalah. Yang terpenting adalah mengajar dengan hati, mencintai apa yang telah diamanahkan sekolah ini. Memberikan yang terbaik kepada anak didik itu adalah yang utama, tentunya dengan menata niat mengajar kembali. Innamal a’malu binniyat. Semua perbuatan tergantung niatnya, mari luruskan niat mengajar kita.


Penulis : Rosmawati B.,S.Psi.

Previous PostMotivasi dan Ikrar Kejujuran PTS Genap SMA Islam Athirah 1 Makassar
Next PostLaunching Program Guruku Hafidz, SD Islam Athirah 1 Makassar Targetkan Guru Hafal Tiga Juz