Peraih Best Teacher Award ini Ungkap Rahasia Sukses Jadi Pendidik
Keseharian siswa di Athirah Boarding School Bone tidak jauh berbeda pada saat normal dan di masa virtual. Pukul 03.30 kali ini bukan lagi pintu kamar yang diketuk tetapi ponsel merekalah yang berdering. Semuanya berasal dari satu sosok, Ialah Supriadi, S.PdI, atau yang akrab disapa dengan Ustad Supriadi, atau Ustad Supe biasa para siswa menyebutnya.
Pada gelaran Human Capital Award 2020 yang digelar Sekolah Islam Athirah, guru alquran yang juga pembina asrama ini berhasil meraih the best teacher award dari Wilayah 3 Bone. Ia adalah salah satu peraih personal award dari sekian kategori yang berhasil disabet oleh SMP Islam Athirah Bone.
Alumni Ponpes Darul Huffadz, Tuju-tuju Bone ini menyelesaikan pendidikannya di Di STIA Tiar, Jakarta tahun 2013 ini tidak menyangka bahwa dirinya terpilih menjadi yang terbaik 1 dari 30 an guru yang mengajar di Sekolah Islam Athirah Bone. Sebuah prestasi yang patut disandang bila melihat capaian indikator penilaian dari pelaporan Jalan Kalla dan Rapor Kinerja Guru adalah yang terbaik selama setahun terakhir.
Guru Alquran SMP Islam Athirah Bone ini menuturkan bahwa kunci suksesnya adalah disiplin, tekun, dan bertaqwa. Tiga hal itu lah yang menjadi prinsipnya selama mendidik para siswanya.
Sosok Hafidz yang lahir di Tuju-tuju, Bone, 34 tahun silam ini berpesan bahwa sebagai manusia, kita harus selalu berusaha memperbaiki diri setiap harinya karena setiap hari pilihan kita jelas, mau jadi orang yangg rugi, celaka atau beruntung.
Human Capital Award merupakan program penilaian guru dan karyawan dengan berbagai kriteria capaian kompetensi di antaranya capaian KPI, capaian Jalan Kalla, dan capaian kompetensi dasar Alqur’an dan Bahasa Inggris. Guru dan karyawan yang terpilih akan mendapatkan apresiasi berupa uang tunai dan sertifikat. (Nurholis).

