image

Athirah Big Assembly 2019

Sekolah Islam Athirah selalu memberikan ruang dan dorongan kepada siswanya untuk tampil sesuai minat dan bakatnya.

Bertempat di Atrium Nipah Mall 02/02/19 Sekolah Islam Athirah menggelar acara Athirah Big Assembly 2019, selain dihadiri sisiwa, dan wali murid, kegikatan ini juga mengundang kepala UPTD dan kepal Sekolah Se-Kota Makassar

Kegiatan yang dikemas dengan menampilkan bakat-bakat seni dari siswa Sekolah Islam Athirah mulai dari TK hingga SMA.

Selain itu kegiatan Athirah Big Assembly juga diawali dengan Talk Show yang menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Prov. Sulsel, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar serta Direktur Sekolah Islam Athirah.

Talk Show mengangkat tema “maximizing student’s potentials” mewakili Kepala Dinas Pendidikan Pro. Sulsel Dr Bachtiar menegaskanpentingnya melihat dan mengembangkan potensi anak sejak dini, dan tidak memaksakan seorang anak untuk masuk kejurusan yang mereka tidak minati  “Tidak boleh ada 'dendam pribadi' orang tua. Contohnya saat SMA orang tua ingin masuk kedokteran tapi gagal. Akhirnya anak yang diharapkan menjadi penebus kegagalannya”

Beliau juga menambhkan bahwa Anak-anak harus berkembang dengan bahagia, tidak terpaksa. Bukankah menurut Daniel Goleman dalam buku Kecerdasan Majemuk bahwa ada 8 jenis kecerdasan manusia yaitu spasial, linguistik, intrapersonal, musikal, natural, interpersonal, logika matematika, dan kinestetik. 

Sebagai orang tua harus cerdas memfasilitasi anak dalam kebutuhan gawai, bahwa banyaknya kejahatan dan rusaknya moral berasala dari gawai, ujar Rahman Bando”

Syamril selaku direktur sekolah Islam Athirah menambhakan bahwa tugas pertama orang tua dan guru yaitu mengenali potensi anak dengan tepat dan akurat. Di Sekolah Islam Athirah hal ini dilakukan dengan memberikan tes sidik jari kepada semua siswa baru dari TK sampai SMA setiap tahun. Laporan hasil tes disampaikan ke orang tua via seminar dan konsultasi. 

Selanjutnya tugas kedua orang tua dan sekolah yaitu menfasilitasi agar potensi anak berkembang dengan optimal. Caranya sekolah menyediakan beragam aktivitas untuk melayani semua jenis kecerdasan. Di Athirah sendiri ada ekskul olahraga, olimpiade, drama, group band, penelitian ilmiah, majalah, bahasa asing, village observation, kegiatan sosial dan lainnya selain kegiatan kurikuler. Diharapkan kegiatan itu dapat mengeksplorasi dan mengelaborasi bakat anak. 

Dari ke tiga  pembicara sepakat bahwa potensi iman dan taqwa serta akhlak mulia anak harus menjadi prioritas. Mencerdaskan hati melalui pembiasaan ibadah (shalat 5 waktu dan sunnah, membaca Al Qur'an, puasa, dsb), amal shaleh (sedekah, sosial projek, dsb) yang berulang dan kontinyu. Itu diharapkan dapat membangun jiwa anak sebagaimana amanah lagu Indonesia Raya. 

Mendidik anak di keluarga dan di sekolah juga sangat ditentukan oleh pendidiknya yaitu guru dan orang tua. Program dan kurikulum akan sia-sia jika pendidiknya tidak kompeten. Ibaratnya resep masakan kelas Internasional tapi juru masaknya tidak profesional. Oleh karena itu guru dan orang tua harus senantiasa membina diri sebagai teladan bagi anak.

Athirah Big Assembly 2019 mendapat respon positif dari pengunjung Mall Nipah ini terlihat dari ramainya penonton selama kegiatan berlangsung hingga pukul 21.00

Previous PostTumbuhkan Budaya Ilmiah, Siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga Presentasi Karya Tulis Ilmiah
Next PostMotivasi Semangat Belajar Alquran, Sekolah Islam Athirah Gelar Olimpiade Alquran