image

Digelar Offline, Begini Munaqasyah Metode Ummi SD Islam Athirah 2 Makassar 2022

SD Islam Athirah 2 Makassar sukses menggelar Munaqasyah Al-Qur'an Metode Ummi 2022. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (20-21/4/2022). Munaqasyah ini dilaksanakan secara offline dan bertempat di ruang Tahfiz SD Islam Athirah 2 Makassar.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pembelajaran tahsin siswa SD Islam Athirah 2 Makassar selama satu tahun. Nantinya, siswa yang dinyatakan lulus pada munaqasyah ini akan mengikuti acara Khataman dan Imtihan Metode Ummi sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban kegiatan pembelajaran tahsin di hadapan orang tua siswa.

Munaqasyah yang diikuti sekitar 89 siswa mulai dari tingkat kelas I-VI ini terbagi menjadi dua kategori, yakni ujian tartil dan tahfiz. Ujian tahsin meliputi fashahah tartil, bacaan gharib, dan tajwid. Sedangkan ujian tahfiz meliputi hafalan juz 1, 2, 29, dan 30.

Diketahui, sebelum pelaksanaan Munaqasyah para siswa mengikuti kegiatan pra munaqasyah lalu digembeleng dengan mengikuti karantina selama beberapa hari guna mematangkan persiapan.

Terpantu, saat munaqasyah para siswa terlihat tertib mengikuti arahan dari panitia. Sedangkan siswa yang sedang menunggu giliran namanya dipanggil, tampak sibuk mempersiapkan dirinya untuk diuji.

Ditemui langsung seusai kegiatan, Muhammad Amirul Haq, S.Pd.I, M.Pd. selaku penguji Munaqasyah sekaligus trainer Metode Ummi, menjelaskan bahwa pada dasarnya munaqasyah ini diadakan sekali setahun dirangkaikan dengan penamatan. Namun, boleh juga mengadakan munaqasyah tiga kali setahun, menyesuaikan dengan kalender akademik. Diadakan dua kali dalam setahun juga tidak ada masalah.

Menurut Ustadz Amirul, hasil munaqasyah di tengah wabah covid seperti ini sudah termasuk bagus. Walaupun tidak maksimal, tetapi hasilnya bagus, meskipun ada kekurangan di sana sini.

Ustadz Amirul juga memaparkan sebab-sebab kurangnya ketuntasan pada saat pembelajaran tahsin online, Alat peraga menyumbang kesuksesan 50 persen pembelajaran tahsin, hal ini tidak didapatkan saat pembelajaran online. Selain itu, ada sistem simak murni, hal ini sulit terlaksana di pembelajaran online,paparnya.

Waktu normal pembelajaran tahsin selama 60 menit, tetapi pada saat online hanya 45 menit. Banyak unsur-unsur yang hilang yang menunjung keberhasilan pembelajaran tahsin di masa pandemi,” jelasnya.

Terakhir, Ustadz Amirul yang juga merupakan salah satu pengurus Ummi Foundation Makassar itu memberikan saran dan masukan terkait langkah-langkah yang harus ditempuh untuk memaksimalkan kembali pembelajaran tahsin.

Proses belajar mengajar kembali normal, dijalankan lagi tahapan-tahapan mengajar dengan baik. Manajemen waktu harus disiplin. Seorang guru jangan sampai terlambat karena banyak kerugian, baik bagi guru dan terutama untuk anak-anak. Guru yang pintar, tetapi tidak disiplin tetap saja kurang. Dengan guru yang disiplin,  maka tahapan-tahapan mengajar yang sudah diporsi waktunya bisa terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

Citizen Reporter: Muhammad Ryan Israfan

Previous PostSMP Islam Athirah I Makassar Menang Telak di Olimpiade Muslim Muda Indonesia 2022
Next PostMunaqosyah TK Islam Athirah 1