Virtual Trip Puncak Tema Binatang TK Islam Athirah 2 ke Jeneponto
Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan TK Islam Athirah 2 setelah satu pembahasan tema selesai adalah kegiatan “PUNCAK TEMA”. Kali ini puncak tema dilakukan secara Virtual Field trip mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi yang mengharuskan anak-anak belajar dari rumah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengobati rasa jenuh anak-anak belajar daring dengan memberi pembelajaran yang bervariasi. Kali ini Virtual trip dilakukan oleh beberapa Tim guru TK Islam Athirah 2 yang bertempat di Peternakan PONDOK PESANTREN AL HIKMAH PITAPE, Desa Bungung Loe, Je’neponto. Ada dua hewan ternak yang menjadi sasaran kita yaitu peternakan kuda dan ayam.
Rosmawati,S.Psi sebagai reporter sudah membuka kegiatan dengan menyapa teman-teman semua. Dilanjutkan dengan pengambilan gambar langsung di peternakan. Dilokasi itu sudah ada pengasuh pondok pesantren dan beberapa santri yang membantu proses pengambilan gambar. Ada beberapa pertanyaan kepada pengasuh pondok terkait dengan hewan ternak tersebut seperti : bagaimana cara pemeliharaan kuda, dimana diambil makanannya, berapa kali mandi dalam sehari, jika kudanya sakit, apa yang dilakukan pemiliknya dan bagaimana cara membersihkan kandangnya.
Ustad Akhmad Syafri dalam wawancara itu mengatakan : “Kalau pagi kudanya diberi makanan yang diolah sendiri seperti rumput yang di potong-potong pakai mesin lalu di campur dedak dan air vitamin biar kudanya sehat”. Selanjutnya Ustdz Akhmad Syafri mengatakan bahwa “Kalau sore baru kudanya di kasi mandi”. Bagian paling menarik yang dilakukan oleh beberapa guru adalah saat memberi makan atau mengelus-elus kuda tersebut.
Ditempat itu juga ada orang tua yang turut membantu merawat kuda, sebut saja La Mannya mengatakan “ kuda disini tinggal 4 karena sudah banyak terjual. dan sisanya yang besar itu harganya 40 juta dan yang paling kecil itu harganya 12 juta itu juga sudah terjual hanya belum di ambil pembelinya”. Ketika di tanya dimana biasanya kuda itu di jual, Ia pun menjawab “ biasanya kuda itu dibawa ke daerah Tator untuk dijual”
Setelah mengunjungi peternakan kuda pengambilan gambar dilanjutkan ke peternakan ayam. Nurul Khaimah, S.Pdi sebagai reporter menanyakan bagaimana cara ayam berkembang biak.
ternyata dari penjelasan Ustd Akhmad Syafri bahwa ayam betina bisa bertelur tanpa ayam jantang. Dari hasil peternakan ayam hasilnya ada yang dikonsumsi sendiri ada juga yang dijual untuk menambah perekonomian pesantren.
Kegiatan pengambilan gambar memakan waktu sekitar 3 jam. Setelah selesai Rosmawati dan Nurul Khaimah selaku reporter menutup kegiatan tersebut dilanjut denga foto bersama oleh seluruh TIM dan Pengelola Pondok Pesantren.
Citizen Reporter : Mirawaty

