Deteksi Potensi Siswa, SMA Islam Athirah 1 Makassar Adakan TBS dan TBM
Dalam rangka mengidentifikasi potensi akademik dan kemampuan bakat siswa, SMA Islam Athirah 1 Makassar mengadakan Tes Bakat Skolastik (TBS) dan Tes Bakat Minat (TBM) bagi siswa kelas X (3-4/9/2019). Tes tersebut dilaksanakan di Laboratorium Komputer SMA Islam Athirah 1 Jalan Kajaolalido Nomor 22 Makassar. SMA Islam Athirah 1 Makassar merupakan 1 dari 10 sampel SMA dan SMK yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan untuk melaksanakan tes tersebut.
Dikutip dari laman puspendik.kemendikbud.go.id, TBS merupakan tes yang mengukur kemampuan potensial umum yang dirancang untuk memprediksi kemampuan seseorang jika diberikan kesempatan untuk melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi atau pada situasi yang baru. TBM merupakan tes yang mengukur kemampuan seseorang pada bidang-bidang khusus dan minat seseorang berdasarkan sikapnya pada suatu jenis kegiatan atau pekerjaan tertentu.
Penggunaan TBS dalam penilaian siswa dapat memberikan informasi potensi belajar seseorang sehingga akan melengkapi hasil tes prestasi yang sudah diterapkan di sekolah saat ini. TBM diharapkan dapat menempatkan siswa pada bidang keahlian yang tepat sehingga menimbulkan motivasi dan kenyamanan dalam proses pembelajaran. Aspek yang diukur pada TBS terdiri atas logika verbal, logika numerik, dan kemampuan siswa dalam mengorganisasi informasi untuk menyelesaikan masalah secara sistematis. Pada TBM, aspek yang diukur terdiri atas kemampuan verbal, kuantitatif, penalaran, spasial, mekanik, klerikal, pengetahuan umum, dan penggunaan bahasa.
Berbeda dari tes prestasi, TBS dan TBM disusun tidak berdasar silabus mata pelajaran tertentu sehingga dalam menjawab soal lebih tergantung pada pada daya nalar. Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh TBS dan TBM adalah prosedur pengembangan butir soalnya yang sudah terstandar sehingga soal-soal yang dikembangkan merupakan soal yang valid dan terkalibrasi. Melalui soal yang terkalibrasi maka hasil tes dari beberapa subtes yang berbeda, dari tahun yang berbeda, dari rakitan atau paket yang berbeda, akan dapat diperbandingkan. Akurasi prediksi prestasi siswa pada jenjang/kelas yang lebih tinggi dapat terlihat berdasarkan hasil tes. Penggunaan tes prestasi dan tes potensi secara bersama akan memberikan gambaran kemampuan siswa yang lebih lengkap.
Salah satu langkah yang harus dilakukan dalam pengembangan instrumen yang terstandar adalah ujicoba soal. Pada tahun ini Pusat Penilaian Pendidikan melaksanakan ujicoba soal TBS dan TBM ke sekolah-sekolah di beberapa provinsi melalui tes berbasis komputer (Computerized Based Test - CBT). Penyajian dan pemilihan soal pada CBT dilakukan secara terkomputerisasi sehingga setiap peserta tes mendapatkan paket soal yang berbeda-beda.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan SDM, B.J. Gunawan, S.Pd., M.Pd. menjelaskan bahwa TBS dan TBM adalah program pemerintah yang sangat tepat untuk melakukan pemetaan potensi akademik dan mengidentifikasi bakat dan minat siswa.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang IT dan Sarana Prasarana Yusran, S.Pd., M.Pd. menuturkan bahwa untuk pelaksanaan tes tersebut pihaknya sudah mempersiapkan dengan baik meski sedikit ada kendala namun hal itu terus dikomunikasikan dengan pihak puspendik sehingga pelaksanaan tes tetap berjalan lancar.
“untuk melaksanakan TBS dan TBM, kami pihak sekolah sudah menyiapkan 2 server, 1 server utama dan 1 server cadangan, sementara kita juga siapkan sebanyak 40 PC. Kesiapan kebutuhan perangkat untuk pelaksanaan TBS dan TBM sudah kami siapkan jauh-jauh hari setelah menerima surat penyampaian dari Disdik Provinsi Sulawesi Selatan” tutur Yusran saat dihubungi (3/9/2019).
Yusran melanjutkan “meski ada sedikit kendala/perbedaan tentang pembagian sesi oleh pihak sekolah dan pihak puspendik, namun setelah dikomunikasikan pelaksanaan tes tetap berjalan aman dan lancar hingga hari terakhir” jelasnya.
Penulis: Sukri Muhammad

