“ASISTEN GURU” Membuat Siswa SMP Islam Athirah 1 Aktif, Bertanggung Jawab dan Saling Peduli
Penulis : Munira, S.Pd. (Guru IPS SMP Islam Athirah 1 Makassar)
Dunia pendidikan mengalami banyak perubahan dalam kurun waktu satu tahun terakhir, langkah transformasi membuat kita harus beradaptasi dengan hal-hal baru. Upaya untuk mengikis kesenjangan proses belajar mengajar antara kelas “normal” dan kelas “daring” tentu menjadi sebuah tantangan. Jika dibandingkan dengan negara lain pembelajaran daring di Indonesia tergolong cukup panjang, hal ini dapat menyebabkan kualitas pendidikan indonesia semakin menurun, seperti yang dikutip dari pernyataan bapak Nadiem Makarim “kondisi psikologis dan cognitive learning loss anak-anak kita sudah terlalu kritis.” katanya
Kendala kemampuan peserta didik terkait penguasaan materi kurikulum mungkin bisa saja diatasi dengan pemberian materi dan tugas secara virtual melalui aplikasi belajar atau pelaksanaan ujian online untuk mengukur kemampuan kognitif. Melatih keterampilan juga dapat diasah melalui kegiatan pembelajaran atau tugas yang merujuk pada pengembangan skill peserta didik. Sedangkan yang menjadi perhatian adalah aspek sosial dan karakter yang tentu tidak kalah pentingnya, ketika belajar daring,interaksi antara guru dan peserta didik atau pun dengan teman kelas tergolong sangat rendah dan jarang. Waktu untuk berkomunikasi terasa sulit karena durasi yang singkat dan aktivitas yang tidak terpantau secara keseluruhan. Cara satu-satunya yang bisa dilakukan yakni sekolah atau guru harus mendesain pembelajaran yang memungkinkan adanya interaksi aktif di dalam maupun di luar kelas.
Salah satu strategi
yang dilakukan di SMP Islam Athirah 1 Makassar yakni tetap konsisten menerapkan
adanya penanggung jawab setiap mata pelajaran,tugasnya hampir sama dengan asisten
dosen di bangku perkuliahan karena ini di sekolah kita bisa menyebutnya asisten
guru. Penentuan penanggung Jawab mata pelajaran biasanya merupakan peserta didik
yang memiliki ketertarikan terhadap mata pelajaran tertentu atau tergantung kesepakatan
kelas. Pertanyaannya bagaimana pada saat kelas daring? Keberadaan Penanggung jawab
mata pelajaran ini dipandang sangat strategis. Dalam penerapannya setiap kelas/level
memiliki metodenya sendiri untuk mengaktifkan dan memaksimalkan program ini,
seperti halnya di kelas IX SMP Islam Athirah 1 yang mulai dengan memilih dan memberikan
training singkat terhadap penanggung jawab
masing-masing kelas tentang tugas dan tanggung jawabnya, kemudian memperkenalkan
penanggung jawab mata pelajarannya di grup mata pelajaran dengan tujuan agar
guru mata pelajaran dapat mengetahui partner atau asisten di kelasnya.
Penanggung jawab mata pelajaran secara aktif melaporkan siswa
yang tidak hadir dan daftar tugas ke wali kelas sehingga wali kelas dapat mengomunikasikannya
ke orang tua. Penanggung jawab mata pelajaran juga berperan mendokumentasikan pembelajaran
selama kelas berlangsung dengan mengirimkan screen
shoot dan mengapresiasi guru yang mengajar di kelas pada akhir pembelajaran.
Selain itu terdapat pula komunitas grup yang terdiri dari penanggung jawab pelajaran
dari gabungan kelas untuk satu mata pelajaran yang saling berdiskusi tentang kondisi
kelas dan permasalahan teman kelas pada mata pelajaran tertentu bersama dengan
guru mata pelajarannya.
Penerapan manajemen kelas yang baik membuat peran penanggung jawab
pelajaran akan mengembangkan sosial dan karakter dalam beberapa aspek. Pertama,
memungkinkan komunikasi yang lebih aktif dan intens dengan guru mata pelalajaran
dan juga dengan teman kelas. Peserta didik sebagai penanggung jawab mata pelajaran
tidak hanya sebagai objek yang menerima informasi tetapi akan proaktif bertanya
dan menginformasikan terkait kehadiran teman kelas,dengan mengirimkan jadwal pelajaran
dan link kelas daring, mengingatkan teman kelas untuk mengerjakan tugas serta menginfokan
deadline pengumpulan tugas. Kedua,
akan melatih peserta didik untuk bertanggung jawab terhadap tugas dan yang
diamanahkanoleh guru dan wali kelas, dengan menjadi penanggung jawab mata pelajaran,
akan menumbuhkan karakter disiplin untuk menjalankan tugas dan bagaimana mereka
membagi waktu secara konsisten terhadap tugas yang diberikan. Ketiga, hal menarik
dengan adanya penanggung jawab mata pelajaran menumbuhkan jiwa peduli antar peserta
didik, secara tidak langsung dengan mengingatkan
teman kelas untuk ikut kelas atau mengumpulkan tugas tepat waktu, dengan ini peserta
didik bisa saling mengingatkan dan memotivasi teman-temannya. Peserta didik
yang mungkin awalnya hanya fokus untuk studinya masing-masing, dengan menjadi penanggung
jawab mata pelajaran mereka akan menjalin hubungan melalui interaksi tersebut.
Editor : Hasniwati Ajis (Tim Web SMP Islam Athirah 1
Makassar)

