Kaleidoskop dan Refleksi Kehidupan di Awal Tahun
Penulis : Faradiba M.Pd. (Guru Bahasa Inggris SMP Islam Athirah 1 Makassar)
Kaleidoskop sebuah permainan alat optik berbentuk teropong yang di dalamnya terdapat beberapa cermin dan
objek kecil berwarna-warni yang dapat menghasilkan pantulan cahaya dengan warna
dan bentuk yang indah dan dapat berubah-ubah. Kata ini sangat populer digunakan
setiap akhir tahun dalam beberapa acara kilas balik peristiwa setahun di beberapa
stasiun televisi.
Baru saja kita merayakan pergantian tahun hijriah, bagaimana flashback kaleidoskop kehidupan kita
setahun yang lalu? Terkadang kita mengatakan atau sering mendengar “begitu
cepat waktu berlalu atau tidak terasa waktu berlalu.” Dalam sebuah hadis riwayat Ahmad, Rasulullah
bersabda:“Kiamat tidak akan terjadi hingga waktu terasa berlalu begitu
cepatnya. Satu tahun terasa seperti satu bulan, satu bulan seperti seminggu,
satu minggu seperti satu hari, satu hari seperti satu jam, dan satu jam seperti
kedipan mata.” (HR: Ahmad). Dari
sinilah kita akan memaknai kata kaleidoskop itu sendiri bukan fokus hanya pada
kilas baliknya tapi merefleksi diri bahkan sampai ke tahap evaluasi diri. Kita
tentu tidak mau kehilangan keberkahan hidup di mana waktu berlalu begitu saja tanpa ada
manfaat dan perbaikan.
Mari kita mencoba melihat kembali atau merefleksi kilas balik setahun lebih
selama pandemi. Banyak hal yang terjadi di mana sebagian dari kita mungkin ada yang hanya
bisa bekerja dari rumah, sebagian dari saudara kita bahkan ada yang kehilangan
pekerjaan, anak-anak kita hanya bisa belajar secara virtual dari rumah, tapi yang menyedihkan adalah anak-anak mereka
yang harus ke rumah tetangga untuk numpang belajar karena tidak memiliki perangkat smartphone. Ada yang terpapar penyakit
bahkan ada yang sampai kehilangan anggota keluarga, banyak pelaku ekonomi yang
omzetnya menurun drastis dan tidak sedikit masyarakat dalam kondisi perekonomian
yang semakin sulit.
Kembali kita mencoba mengevaluasi diri dengan harapan bulan muharram ini
sebagai titik awal dan semangat baru bagi kehidupan kita ke depannya. Refleksi
akan kita mulai dengan menanyakan apa saja yang sudah kita lakukan selama
setahun belakangan, berharap produktivitas tidak berkurang, berharap keimanan dan rasa syukur semakin meningkat
dan terjaga, berharap kepedulian terhadap sesama utamanya keluarga dan
lingkungan tidak terlupakan. Apabila masih ada yang kurang kadarnya, maka kita
akan fokuskan pada perbaikannya tahun ini.
Pertanyaan refleksi kedua yang bisa kita tanyakan pada diri kita adalah apa saja yang sudah kita capai selama setahun belakangan. Tidak ada salahnya kita membuat daftar target pencapaian di mana seyogyanya keberhasilan terhadap pencapaian itu ada pada konsistensi kita dalam menjaga bahkan meningkatkan targetnya. Sebagai contoh seseorang tahun lalu sudah bisa secara rutin berolah raga dan sedekah pagi hari, berarti harapannya target ini akan tetap dijalankan secara konsisten walaupun sudah ada target yang baru lagi untuk tahun ini. Target kita selanjutnya mungkin tidak perlu banyak dan muluk-muluk tetapi sesuatu yang bisa kita lakukan dengan keteguhan hati. Penerapan target baru pada permulaan biasanya tidak mudah, terkadang akan ada kelalaian, tetapi selalu kita melihat kembali daftar target untuk dapat mengingatkan kita agar apa yang kita lakukan ke depannya bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Tidak ada yang sia-sia untuk sebuah perbaikan, semoga semua target kita tahun ini bisa tercapai dan menjadikan tiap detik dalam hidup kita berharga.
Editor : Hasniwati Ajis (Tim Web SMP Islam Athirah 1 Makassar)

