image

Manajemen Waktu dan Dukungan Keluarga, Kunci Sukses Sima’an Andi Muh. Ahza Anwari

Menjadi seorang hafiz quran bukanlah sesuatu yang mudah. Perjuangan untuk menghafalkan ayat-ayat suci al-quran di  tengah kesibukan dan godaan gedget menjadi sebuah usaha yang kuat untuk bisa mencapainya dan mempertahankan hafalan yang sudah terekam di hati dan di kepala . Adalah Andi Muh. Ahza Anwari siswa kelas VIII.1 SMP Islam Athirah 1 Makassar yang merupakan siswa bimbingan TOSA berhasil menyelesaikan sima’annya mempersembahkan juz 30 pada hari jum’at (27/08).

Andi Muhammad Ahza Anwari yang lahir di Makassar pada  tanggal 22 Oktober 2008 merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Putra dari Bapak Amri Mauraga,S.E.,M.M. dan Andi Rahayu T.,S.E. yang berkesempatan untuk menyetor hafalan juz 30.

Persiapan yang dilakukan Ahza panggilan akrabnya adalah belajar selama 3 hari untuk menyelesaikan sima’annya juz 30 setelah pemberitahuan dari ustaz yang membimbingnya yaitu ustaz Mardianto. Belajar dan berlatih  yang biasa hanya dilakukan hanya setelah salat subuh selama 1 jam, ditambah lagi setelah salat magrib dan sebelum tidur dengan bantuan headset. Ustaz pendamping  yang menemani belajar di rumah dan ustaz Mardianto dengan cara latihan sima'an di kelas tahfidz 1. Selain itu mengikuti anjuran guru mengaji agar tidak mendengarkan musik,nyanyian atau pun menonton televisi dalam 3 hari agar tidak terganggu hafalan.

Menurut ustaz Mardianto ketika dihubungi via whatsApp, Ahza yang merupakan peserta TOSA memiliki semangat menghafal yang luar biasa. Selama mendampingi, Ahza semangat dan konsisten murojaah. Tidak pernah mengeluh capek walau hari-harinya disibukkan dengan belajar dan bimbingan di tempat lesnya. “Semoga tetap istikamah menghafalkan kalamullah,” pesan ustaz Mardianto

“Tips dan trik yang saya lakukan untuk menyeimbangkan antara akademik  dan spiritual yakni memiliki prinsip menegakkan disiplin dengan cara selalu on time dalam mengikuti setiap pembelajaran di Athirah. Begitu pun les yang sudah terjadwal senin-jum’at di BTA 8 dan selalu mengerjakan tugas tepat waktu. Walaupun sebagai anak TOSA matematika saya diberikan dispensasi untuk tidak mengerjakan tugas, namun semua tetap saya kerjakan karena dengan inilah saya bisa mempelajari dan mereview kembali materi yang telah diberikan.” ujarnya

Ahza pribadi dalam keseharianya menjaga salat 5 waktu dengan tepat waktu. Menjadi imam di mushalah rumahnya dan juga imam di tempat les di BTA 8. Menurutnya bila disiplin sudah terjaga dengan baik maka urusan yang lain pun otomatis akan ikut menjadi baik. Salah satu tokoh idola Ahza dalam kehidupannya yakni mengidolakan sosok inspiratif Zakir Abdul Karim Naik. Menurutnya beliau sangat mengispirasi, seorang dai, dokter, pakar ilmu perbandingan agama, pembicara umum, dan penceramah internasional muslim dari India yang sudah mengislamkan ratusan ribu orang di seluruh penjuru dunia.

“Mengatur jadwal harian saya adalah dengan membuat skala prioritas yaitu salat tepat waktu, mengaji, sekolah, les, kerja tugas, dan belajar. Terutama karena jadwal KSN sudah dekat. Bila semua sudah selesai saya baru mengerjakan hobi saya, membantu orang tua di rumah, dan bermain dengan teman. Setiap hari saya bangun jam setengah 5 subuh, tetapi kalau sekiranya tugas dan kegiatan saya banyak maka saya akan bangun jam 4 atau sebelumnya.” tuturnya

Di samping itu, Ahza menyatakan bahwa motivasi mengikuti sima’an adalah motivasi yang didapatkan dari orang-orang tercinta di keluarganya.  Mama, abi, kakak, saudara, guru, dan asatidz pembimbingnya selalu mendukung dan mensupport untuk menjaga dan meningkatkan hafalan.

“Selain ingin memperoleh ridha Allah, saya juga ingin mempersembahkan mahkota kemuliaan bagi kedua orang tua saya yang tercinta di akhirat kelak. Saya sangat bersyukur karena keluarga sangat mendukung dan membantu menyiapkan segala fasilitas yang saya butuhkan dan selalu bergantian ada di dekat saya ketika waktu sudah dekat untuk menyetor hafalan saya juz 30. Kakak Alya dan saudara saya A.Baso yang selalu membantu menyiapkan kebutuhan yang saya perlukan, mama sangat perhatian mengurus kesehatan saya dan abi yang selalu menunda segala rapatnya demi menemani saat simaan.” ujarnya

Penulis : Hasniwati Ajis (Tim Web SMP Islam Athirah 1 Makassar) 

Previous PostEksistensi D’Art Di Era Digital, Ekskul Seni Desain Grafis Andalan Athirah Bone Yang Siap Ukir Prestasi Nasional
Next PostPersiapkan Rencana Pembelajaran, TK Islam Athirah 2 Gelar MGMP