Sambut Bulan Suci, Tarhib Ramadhan SMA Islam Athirah Bone Digelar
Ramadhan kembali menyapa, disambut sukacita oleh seluruh muslim di penjuru dunia. Layaknya bulan yang dinanti-nanti, SMA Islam Athirah Bone pun menggelar Tarhib Ramadhan sebagai momen menyambut bulan diturunannya kitab suci Alquran ini.
Pada gelaran Tarhib Ramadhan yang mengangkat tema “Meraih Kemuliaan Bulan Ramadhan” ini, panitia pelaksana mengundang Ustadz Ervan Muhammad Arsyad yang merupakan Ketua DPD Wahdah Islamiyah Kab. Bone sebagai pembicara. Dilaksanakan secara online via Zoom dan live Youtube di kanal Sekolah Islam Athirah Bone serta offline di masjid Fatimah Kalla, Tarhib Ramdhan kali ini terkesan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan pandemi yang masih berlangsung sehingga seluruh warga Athirah Bone tidak mengikutinya bersama dalam satu tempat. Namun, tentu, tidak mengurangiesensi kegiatan.
Di sela-sela sambutannya, Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah 3, Syamsul Bahri, S.Pd.I., mengatakan bahwa kegiatan Tarhib Ramadhan di Sekolah Islam Athirah dilaksanakan beberapa kali, karena dilaksanakan oleh masing-masing unit. “Banyak pihak yang menyelenggarakan (Tarhib Ramadhan), hampir semua unit di Athirah melaksanakan, bahkan manajemen SIA pun turut mengadakan. Athirah Bone memilih hari Senin, boleh jadi pilihan ini dibuat supaya lebih ingat karena Ramadhan insya Allah sudah masuk besok. Mengapa perlu melaksanakan Tarhib Ramadhan? Supaya kita lebih siap dan lebih optimal melaksanakan ibadah selama bulan suci.”
Setelah pembukaan yang diawali sambutan Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah 3, Tarhib Ramadhan pun dilanjutkan dengan ceramah oleh Ustadz Ervan Muhammad Arsyad. Ceramah yang dibawakan beliau sangat dinikmati oleh siswa karena menggunakan bahasa yang ringan dan menggelitik. Salah satu potongan kisah yang disampaikan oleh anggota MUI Kab. Bone tersebut adalah tentang salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang ikut salat Tahajjud dengan beliau. “Utsman bin Affan pernah sekali waktu ikut salat Tahajjud bersama Nabi. Ketika nabi selesai membaca surah Alfatihah, beliau lalu membaca ayat pertama surah Albaqarah. Setelah sampai ayat ke-100, Utsman berharap Nabi akan ruku’, namun ternyata dilanjutkan hingga akhir surah Albaqarah. Begitu ayat ke 282 selesai dibacakan, Utsman mengira Nabi akan ruku’, dan ternyata masih dilanjutkan ke surah Annisa dan kemudian kembali ke surah Al Imran. Jadi, Nabi bisa membaca 5 juz dalam satu rakaat salatnya. Lalu, apakah kita juga ketika menjadi imam salat akan demikian? Lihatlah jamaah anda. Adakah yang sudah tua, adakah ibu-ibu yang membawa anaknya? Jika ada, maka perpendeklah bacaan” terang Ustadz Ervan, sapaan akrab beliau.
Di akhir sesi, seluruh yang hadir di masjid Fatimah Kalla pun saling bermaaf-maafan dengan harapan dapat memasuki bulan suci dalam keadaan hati yang suci. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT dan dilancarkan ibadah kita hingga akhir. (Eva Rukmana)

