Antisipasi Kendala Saat ANBK, SMP Islam Athirah Bone Siap Gelar Simulasi AKM
SMP Islam Athirah Bone bersiap untuk menggelar simulasi AKM yang sedianya akan dilaksanakan pada hari Kamis (26/8) secara semi daring dan daring penuh. Operator IT SMP Islam Athirah Bone pada hari Minggu (22/8) mengaku telah melakukan sinkronisasi data untuk persiapan pelaksanaan Assessment Kompetensi Minimum (AKM) tersebut.
Disampaikan saat diwawancarai, Rosman, Amd.,Pust. Menerangkan bahwa SMP Islam Athirah Bone siap menggelar simulasi AKM dengan semi daring dan daring penuh mengingat ada sebagian siswa yang masih di rumah.
“Alhamdulillah perangkat sudah siap untuk siswa yang ada di asrama. Rencananya mereka akan melakukan simulasi assesmen secara semi daring. Insha Allah bagi sebagian siswa yang masih di rumah akan kita libatkan juga dengan menggunakan link khusus yang akan mereka ikuti secara daring penuh,” Ungkap karyawan yang juga menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Sekolah Islam Athirah Bone tersebut.
Simulasi AKM rencananya akan diikuti 45 siswa SMP kelas VIII yang akan dibagi menjadi tiga sesi yang dimulai pukul 08.00 sampai selesai. Sebanyak 15 perangkat computer juga telah disiapkan lengkap dengan ketersediaan jaringan selama pelaksanaan.
Erwin, B S.Pd.,Gr.,M.E selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum menyampaikan harapannnya terkait pelaksaaan simulasi AKM 2021. Sosok berlatar belakang pendidikan ekonomi tersebut berharap kegiatan simulasi ini dapat menunjukkan di bagian mana kendala-kendala yang rentan ditemui untuk menghadapi pelaksanaan ANBK nanti. Selain itu sekaligus menyiapkan siswa kelas VIII untuk lebih dini mengenali teknis pelaksanaan asessmen yang mengukur tiga hal, yaitu hasil belajar kognitif, kebiasaan dan nilai karakter, dan kualitas pembelajaran dan iklim sekolah.
“Simulasi ANBK ini diikuti oleh sekolah yang berstatus mandiri seperti sekolah kita, simulasi wajib di laksanakan oleh satuan pendidikan yang diikuti oleh proktor dan tekhnisi, kalau siswa tidak wajib. kita berharap dengan simulasi ini kita bisa mengantisipasi kendala-kendala nantinya pada saat ANBK berlangsung nantinya, apalagi ANBK ini baru di laksanakan pertamakalinya, walaupun sistemnya mirip dengan pelaksanaan UNBK tp tidak menutup kemungkinan akan tetap ada kendala yang dihadapi dan berbeda dengan kendala pada saat UBNK,” terangnya memerinci.
Assessment Kompetensi Minimum (AKM) adalah penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM: literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Baik pada literasi membaca dan numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten. Nurholis_Tim Athirah Web (ig @nurholismuh)

